Wali Kota Eri Cahyadi Minta Penyaluran Zakat Prioritaskan Warga Miskin Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Lembaga Amil Zakat (LAZ) memprioritaskan penyaluran ZIS untuk warga Surabaya. Sanksi penutupan mengancam LAZ yang tidak transparan.

Maret 2, 2026 - 20:30
Wali Kota Eri Cahyadi Minta Penyaluran Zakat Prioritaskan Warga Miskin Surabaya

SURABAYA Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tepat sasaran dengan memprioritaskan warga miskin di Kota Pahlawan. Ia menyoroti adanya potensi zakat yang dihimpun dari warga Surabaya namun justru disalurkan ke luar daerah.

"Kalau mengumpulkan uang (di Surabaya), tapi mengeluarkan zakat kadang ke luar dari Kota Surabaya. Padahal tetangga sendiri itu masih ada yang tidak punya," ujar Wali Kota Eri, Senin (2/3/2026).

Terkait hal tersebut, Eri menegaskan akan menindak tegas Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tidak transparan dalam pelaporan atau tidak memprioritaskan warga lokal sebagai penerima manfaat. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat pengawasan administrasi dan laporan penyaluran zakat.

"Karena saya bilang, janganlah mengambil zakatnya orang Surabaya yang (kemudian) dikeluarkan untuk (warga) luar Kota Surabaya. Di Surabaya masih banyak yang tidak mampu," tegasnya.

Menurut Eri, setiap LAZ memiliki kewajiban hukum untuk melaporkan secara rinci penerima manfaat dari dana yang dihimpun. Jika terdapat lembaga yang tidak mematuhi aturan, sanksi administratif hingga penutupan dapat diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Maka saya tertibkan, saya kencangkan lagi. Saya tanya ke Kemenag, kalau misal dia tidak mau (patuh), bagaimana aturannya. Aturannya bisa ditutup jika tidak menjalankan kewajiban," tuturnya.

Meski bersikap tegas, Eri berharap lembaga amil zakat tetap menjadi motor penggerak ekonomi umat. Ia mengimbau agar penghimpunan ZIS dilakukan secara luas di Surabaya, namun tetap mendahulukan kebutuhan warga Surabaya yang membutuhkan.

"Harapan saya, lembaga amil zakat memahami hal ini. Ambillah (ZIS) di seluruh Surabaya, tapi salurkan dulu untuk orang Surabaya," imbuhnya.

Selain menekankan tata kelola zakat, Wali Kota Eri juga mengingatkan pentingnya solidaritas sosial untuk mencegah kesenjangan ekonomi. Ia mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga yang mampu untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

"Karena sebenarnya sebagian harta kita itu adalah milik orang-orang yang berhak, yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita. Maka kita punya kewajiban untuk mengeluarkan," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow