DPRD Banyuwangi Akan Panggil Plt Kepala Dinas PU Pengairan Terkait Ambrolnya Dam Sekaitan

DPRD Banyuwangi akan memanggil Plt Kepala Dinas PU Pengairan terkait ambrolnya Dam Sekaitan yang mengancam puluhan hektar sawah petani di Desa Badean.

Maret 2, 2026 - 16:30
DPRD Banyuwangi Akan Panggil Plt Kepala Dinas PU Pengairan Terkait Ambrolnya Dam Sekaitan

BANYUWANGI Ambrolnya irigasi Dam Sekaitan di Dusun Donosuko, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, memicu reaksi dari DPRD Banyuwangi. Dalam waktu dekat, pimpinan dewan berencana memanggil Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, ST, M.Sc.

Langkah tersebut diambil menyusul keluhan petani yang terancam gagal tanam akibat rusaknya infrastruktur irigasi. Dam Sekaitan diketahui menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektar sawah di wilayah Dusun Cungkingan.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH, MH, menyatakan pemanggilan itu merupakan bentuk tanggung jawab legislatif terhadap persoalan yang berdampak pada masyarakat.

“Yang menghubungi pimpinan dewan saja diabaikan, apalagi jika yang menghubungi masyarakat. Di mana semangat pengabdian dan pelayanan yang baik seperti yang digaungkan Ibu Bupati?” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi tersebut menilai, respons Dinas PU Pengairan tidak sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan nasional yang selama ini disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menyebut, ambrolnya Dam Sekaitan sejak 13 Februari 2026 seharusnya menjadi prioritas penanganan karena menyangkut kebutuhan petani.

Dalam rencana pemanggilan tersebut, DPRD Banyuwangi juga akan menghadirkan aktivis dan akademisi untuk membahas aspek teknis, mulai dari perencanaan hingga kualitas bangunan proyek irigasi di bawah Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

Michael juga mendesak Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, agar melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran Dinas PU Pengairan yang dinilai kurang responsif terhadap kondisi masyarakat.

Keluhan serupa disampaikan Wakil Ketua Poktan Brawijaya, Kholidi. Ia menyebut, petani di Dusun Cungkingan saat ini hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan mereka. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, puluhan hektar sawah terancam tidak dapat ditanami.

“Petani sudah lapor ke Korsda Rogojampi, petugas sudah cek lokasi, tapi cuma lihat-lihat saja tanpa tindakan konkret,” kata Kholidi.

Kepala Desa Badean, Nursyamsi, berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan. Menurutnya, keberadaan Dam Sekaitan sangat penting bagi keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diunggah, Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait rencana pemanggilan DPRD maupun tuntutan perbaikan dari warga.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow