Ngabuburit Sambil Diskusi Buku, Malang Book Party Jadi Ruang Literasi Anak Muda

Puluhan warga Malang, didominasi anak muda, mengikuti book sharing Malang Book Party di MCC saat ngabuburit Ramadan. Diskusi berlangsung santai dan inklusif dengan lebih dari 50 peserta.

Maret 2, 2026 - 17:00
Ngabuburit Sambil Diskusi Buku, Malang Book Party Jadi Ruang Literasi Anak Muda

MALANG Sore hari menjelang waktu berbuka puasa dimanfaatkan puluhan warga Kota Malang untuk berkegiatan literasi. Mereka berkumpul di teras lantai 2 Malang Creative Center (MCC) dalam agenda book sharing session yang digelar komunitas Malang Book Party, Minggu (1/3/2026).

Di tengah hembusan angin dan riuh kendaraan dari jalan raya di seberang lokasi, suasana diskusi tetap berlangsung hangat. Peserta yang didominasi kalangan muda terlihat fokus membaca sekaligus bergantian membagikan isi buku yang mereka bawa.

Malang Book Party secara rutin mengadakan sesi berbagi buku setiap pekan. Khusus selama Ramadan, jadwal kegiatan digeser ke sore hari agar bertepatan dengan waktu ngabuburit.

Format diskusi dibuat lebih intim dengan membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil, sehingga setiap orang memiliki ruang yang nyaman untuk menyampaikan gagasannya.

Antusiasme peserta terbilang tinggi. Saat kegiatan berlangsung, lebih dari 50 orang tercatat mengikuti diskusi. Sejumlah peserta merupakan wajah baru yang mengaku tertarik datang karena penasaran sekaligus ingin mengisi waktu menunggu berbuka dengan aktivitas positif.

Tazim, salah satu peserta yang baru pertama kali bergabung, mengaku sempat ragu sebelum datang. Ia membayangkan diskusi buku akan berlangsung kaku dan membahas bacaan berat.

Malang-Book-Party-a.jpg

“Sumpah seru banget. Jujur awalnya ragu buat join karena kukira bakal ngeri-ngeri buku bacaannya. Ternyata nggak sama sekali, teman-teman di sini sangat terbuka dan baik banget buat diajak sharing walau buku yang dibawa keren-keren,” ujarnya.

Ia juga menilai pemandu kelompoknya mampu menciptakan suasana diskusi yang cair, sehingga memudahkan peserta baru untuk beradaptasi.

“Yang memandu diskusinya baik banget, dan teman-teman lainnya enak waktu menjelaskan bukunya. Seru banget, jadi bisa nambah teman baru,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Hana. Ia mengaku senang bisa berdiskusi sekaligus bertukar pandangan mengenai buku yang tengah dibaca.

“Asik banget, seru, bisa saling diskusi satu sama lain tentang buku yang lagi dibaca. Kakak-kakak di sana juga baik banget, bisa nambah ilmu dan nambah teman,” ungkapnya.

Kehadiran komunitas seperti Malang Book Party menjadi ruang alternatif bagi tumbuhnya budaya literasi di Kota Malang. Melalui pertemuan rutin dan diskusi yang inklusif, membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang kaku, melainkan bagian dari gaya hidup yang dibangun bersama. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow