Kecelakaan di Jabal Magnet, Embarkasi Surabaya: KBIHU Harus Prioritaskan Keselamatan Jemaah

Bus jemaah haji Kloter SUB 2 asal Probolinggo mengalami kecelakaan di Madinah saat ziarah. PPIH diminta memprioritaskan keselamatan jemaah haji.

April 30, 2026 - 13:01
Kecelakaan di Jabal Magnet, Embarkasi Surabaya: KBIHU Harus Prioritaskan Keselamatan Jemaah

SURABAYA - Bus yang mengangkut jemaah haji Kloter SUB 2 asal Kabupaten Probolinggo mengalami kecelakaan saat kegiatan ziarah di Madinah, Arab Saudi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kecelakaan terjadi saat para jemaah mengikuti ziarah ke Jabal Magnet dan percetakan Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) asal Probolinggo.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman tanpa korban jiwa maupun luka berat.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada luka berat. Tercatat terdapat 5 jemaah mengalami luka ringan, dan 2 di antaranya telah dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah antisipatif,” jelasnya, Kamis (30/4/2026).

Insiden ini bermula akibat adanya kendaraan yang tiba-tiba keluar dari sisi jalan, sehingga pengemudi bus tidak dapat mengendalikan kendaraan dan terjadi tabrakan.

"Kronologi yang kami terima, pada 28 April 2026 pukul 10.30 WIB, bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1. Dilaporkan korban yang mengalami luka sebanyak 7 jemaah dari JKS-1, 2 orang jemaah dari SUB-2 dan 1 pengurus KBU Nurul Harumain," ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih ada 1 jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Al-Hayat, Madinah atas nama Sri Sugihartini, 60 tahun, asal kloter SUB-2.

Ia juga mengimbau seluruh jemaah dan pihak penyelenggara kegiatan agar meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas di Tanah Suci.

“Kami mengimbau agar seluruh pihak lebih berhati-hati, khususnya dalam kegiatan di luar rangkaian ibadah utama, serta selalu memperhatikan aspek keselamatan dan mengikuti arahan petugas,” tegasnya.

"Perlu diingat, Kemenhaj telah memfasilitasi jemaah untuk ziarah ke tempat-tempat ibadah di Madinah, di antaranya Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud. Untuk itu, kami tegaskan kepada seluruh kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah untuk pertama, berkoordinasi aktif dengan petugas resmi," ujarnya menambahkan.

Kedua, ia juga meminta KBIH mematuhi seluruh imbauan dan ketentuan yang berlaku. Ketiga, mengutamakan keselamatan dan kepentingan jemaah di atas segalanya. 

Keempat, tidak melakukan penawaran paket-paket wisata yang tidak ada hubungannya dengan jemaah. Dan kelima, tidak melakukan pungutan tambahan kepada jemaah dengan alasan apapun.

"Apabila masih ditemukan pelanggaran, terlebih yang mengabaikan keselamatan jemaah, maka kami tidak akan ragu untuk mencabut izin operasional KBIH yang bersangkutan. Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar," tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, membawa barang-barang secukupnya, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

Sementara itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang ramah bagi seluruh jemaah, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan perlindungan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, menjadikan ibadah hajinya mabrur," kata As'adul Anam.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow