Kasus Daycare Yogyakarta Jadi Sorotan, Pemerintah Didesak Perketat Izin dan Pengawasan
Peristiwa ini memicu desakan agar pemerintah memperketat perizinan dan pengawasan terhadap lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta penitipan anak.
YOGYAKARTA - Predikat Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan kembali diuji setelah mencuatnya kasus penganiyaan anak di sebuah daycare di kawasan Umbulharjo.
Peristiwa ini memicu desakan agar pemerintah memperketat perizinan dan pengawasan terhadap lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta penitipan anak.
Di tengah meningkatnya kebutuhan daycare akibat kesibukan orang tua, lembaga ini kini menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Namun, peningkatan tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pengawasan yang optimal.
Founder Daycare Athahira Sewon Bantul, Pri Hastuti, SSiT, SPd, MKe., CHE, menegaskan bahwa orang tua tidak boleh hanya berpatokan pada biaya dalam memilih daycare.
“Banyak orang tua masih terjebak pada harga. Padahal mahal atau murah bukan jaminan keamanan jika sistem pengawasan di dalamnya lemah,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Peran Orang Tua dan Transparansi Lembaga
Menurut perempuan yang juga dosen Fakultas Kesehatan Universitas Al Irsyad Cilacap ini, keterlibatan aktif orang tua menjadi kunci dalam memastikan kualitas pengasuhan.
Orang tua perlu memahami sistem yang diterapkan lembaga, mulai dari pola pengasuhan, kurikulum, hingga mekanisme komunikasi dengan pengasuh.
Transparansi lembaga, termasuk laporan harian perkembangan anak, juga menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan.
Selain itu, aspek legalitas tidak boleh diabaikan. Setiap lembaga PAUD dan daycare wajib memiliki izin resmi serta memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
Pri Hastuti menilai, pemerintah perlu melakukan evaluasi serius terhadap proses perizinan dan pengawasan.
“Bagaimana mungkin lembaga yang tidak memenuhi standar bisa tetap beroperasi? Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Bangun Kepercayaan, Lindungi Anak
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas utama.
Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, pengelola daycare, dan orang tua untuk membangun kembali kepercayaan publik.
“Anak adalah amanah. Maka, perlindungan mereka bukan pilihan, tetapi kewajiban,” paparnya.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat regulasi dan memastikan setiap daycare benar-benar menjadi tempat yang aman dan layak bagi tumbuh kembang anak. (*)
Apa Reaksi Anda?