Karnaval Budaya FBIM 2026 Sedot Antusias Ribuan Warga di Palangka Raya

Ribuan warga memadati Bundaran Talawang, Palangka Raya, untuk menyaksikan Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang 2026 dalam rangka HUT ke-69 Kalimantan Tengah.

Mei 17, 2026 - 12:31
Karnaval Budaya FBIM 2026 Sedot Antusias Ribuan Warga di Palangka Raya

PALANGKA RAYA - Suasana Bundaran Talawang, Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga memadati pinggir jalan sejak pagi hanya untuk menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, perayaan budaya tahunan memperingati HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

‎Cuaca panas tidak jadi masalah. Warga tetap antusias berdiri di sepanjang jalur pawai. Ada yang membawa anak kecil, ada yang sibuk merekam dengan ponsel, bahkan tak sedikit yang rela berdesakan demi mendapat posisi terbaik melihat iring-iringan peserta.

‎Satu per satu rombongan mulai melintas membawa identitas daerah masing-masing. Mulai dari instansi pemerintah provinsi hingga perwakilan 13 kabupaten dan 1 kota di Kalteng tampil dengan ciri khas budaya mereka.

‎Mobil-mobil hias bergerak perlahan mengitari kawasan Bundaran Talawang. Ada yang dihiasi ornamen rumah betang, ukiran Dayak, replika burung enggang, hingga miniatur sungai dan hutan Kalimantan.

Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang 2026 a

Beberapa peserta bahkan menampilkan kapal hias lengkap dengan nuansa kehidupan masyarakat bantaran sungai yang menjadi denyut nadi budaya Bumi Tambun Bungai. 

‎Dentuman gandang, tarian tradisional, hingga busana adat dari berbagai sub suku Dayak menjadi pusat perhatian masyarakat. Tidak sedikit warga yang bersorak ketika rombongan daerah favorit mereka melintas. Suasana semakin meriah ketika para peserta melambaikan tangan sambil membagikan senyum hangat kepada para penonton yang berdiri di sepanjang jalur pawai.

‎Salah seorang warga Palangka Raya, Chandra, mengaku senang bisa kembali menyaksikan pawai budaya FBIM tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat begitu besar, baik dari peserta maupun penonton yang memadati kawasan Bundaran Talawang.

‎“Kalau saya lihat sangat antusias sekali, baik peserta karnaval maupun penontonnya. Kita senang karena ini event Provinsi Kalimantan Tengah yang hanya ada satu kali dalam setahun,” ujarnya saat ditemui TIMES Indonesian kawasan bundaran talawang.

‎Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Provinsi Kalimantan Tengah yang ke-69. Menurutnya, momentum seperti FBIM menjadi simbol kebersamaan masyarakat sekaligus ruang untuk menunjukkan kekayaan budaya daerah.

‎“Selamat ulang tahun untuk Provinsi Kalimantan Tengah ke-69. Semoga Kalimantan Tengah semakin maju, semakin berkah, dan tentunya semakin keren,” katanya.

Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang 2026 b

‎Saat ditanya mengenai hal paling menarik dari pawai budaya tahun ini, Chandra menyebut seluruh peserta tampil maksimal membawa ciri khas daerah masing-masing.

‎“Semua peserta menurut saya menarik dan beragam. Mereka berusaha menampilkan yang terbaik, baik dari instansi, OPD, maupun kabupaten dan kota yang ikut pawai budaya ini. Jadi semuanya punya keunikan sendiri,” tambahnya.

‎Bagi masyarakat, FBIM bukan cuma soal hiburan tahunan. Festival ini seperti ruang besar tempat seluruh budaya di Kalimantan Tengah berkumpul jadi satu. Dari tarian, musik, pakaian adat, sampai dekorasi kendaraan hias, semuanya punya cerita tentang identitas dan kekayaan budaya daerah.

‎Di tengah perkembangan zaman, suasana seperti ini jadi pengingat bahwa budaya lokal masih hidup dan terus dijaga. Semangat Huma Betang yang selama ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah terasa benar-benar hidup di sepanjang jalannya karnaval.

‎Festival Budaya Isen Mulang 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar selama sepekan di Kota Palangka Raya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow