Kajian PT LAPI ITB: Konektivitas Digital Berkontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi, UMKM, dan Pemerataan Akses di Indonesia

PT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru mengenai dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia.

Mei 26, 2026 - 10:30
Kajian PT LAPI ITB: Konektivitas Digital Berkontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi, UMKM, dan Pemerataan Akses di Indonesia

JAKARTA - PT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru mengenai dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa Telkomsel memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta pemerataan akses layanan digital nasional.

Kajian ini menggunakan pendekatan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan terhadap pelaku usaha untuk melihat keterkaitan antara perkembangan infrastruktur digital dan aktivitas sosial-ekonomi di berbagai wilayah.

Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, menyampaikan bahwa konektivitas digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi.

"Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah," ujar Yusmar dikutip Senin (25/5/2026).

Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional:

Peningkatan PDRB: Secara estimatif, setiap penambahan satu BTS berkorelasi dengan peningkatan PDRB sebesar Rp76,19 miliar. Sementara itu, peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte berkorelasi terhadap peningkatan PDRB sebesar Rp9,44 miar.

Pendapatan Negara: Kontribusi sektor ini terhadap pendapatan negara juga signifikan, dengan estimasi mencapai Rp36,97 triliun pada tahun 2024.

Digitalisasi Percepat Pertumbuhan Usaha

Kajian ini juga menyoroti dampak konektivitas terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM di wilayah non-perkotaan:

Kenaikan Omzet: Survei menunjukkan bahwa adopsi layanan digital berkorelasi dengan peningkatan kinerja usaha, dengan rata-rata kenaikan omzet mencapai 32%.

Kepuasan Pengguna: Tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan digital mencatatkan angka yang tinggi hingga 92%.

Temuan ini membuktikan bahwa konektivitas digital berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal.

Peran Strategis di Wilayah 3T

Dalam aspek pemerataan, kajian ini menyoroti pentingnya perluasan akses layanan digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T):

Dukungan Skema USO: Hingga tahun 2024, sekitar 92,4% BTS program BAKTI di wilayah 3T didukung oleh kontribusi dari operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO), yang berperan besar dalam mengurangi kesenjangan akses digital.

Akses Layanan Dasar: Perluasan konektivitas ini memungkinkan masyarakat di wilayah 3T untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi yang sebelumnya sangat terbatas.

Penyerapan Tenaga Kerja

Ekosistem digital ini juga memberikan dampak lanjutan (multiplier effect) terhadap penciptaan lapangan kerja. Melalui pendekatan analisis ekonomi, aktivitas sektor ini diperkirakan berkontribusi pada penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, menambahkan bahwa kajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu.

"Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual," terangnya.

PT LAPI ITB menegaskan bahwa hasil kajian ini merupakan estimasi yang disusun berdasarkan metodologi ilmiah tertentu dan tidak dimaksudkan untuk mengatribusikan seluruh dampak ekonomi hanya kepada satu pelaku industri. 

Kajian ini juga tidak melakukan perbandingan antar-operator, melainkan berfokus pada pemahaman peran konektivitas dalam ekosistem pembangunan nasional. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow