Kadaker Madinah Imbau Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Tidak Turun Saat Miqot di Bir Ali
Kadaker Madinah mengimbau jemaah haji lansia dan disabilitas tidak perlu turun dari bus saat ambil miqat di Bir Ali. Sebanyak 4.871 jemaah mulai bergerak ke Makkah pada 30 April 2026.
JAKARTA - Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, mengimbau jemaah haji Indonesia lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas tidak perlu turun dari bus saat pengambilan miqat di Bir Ali, yang mulai dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, proses niat ihram dapat dilakukan langsung dari dalam bus dengan pendampingan petugas pembimbing ibadah.
“Cukup mengambil miqat di bus. Nanti akan dipandu oleh pembimbing ibadah kloter, KBIHU, atau ketua rombongan yang memang memiliki kemampuan untuk membimbing manasik haji jemaah untuk mengambil miqat di Bir Ali,” ujar Khalilurrahman, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah, khususnya kelompok rentan, di tengah mobilitas besar dari Madinah menuju Makkah.
Kadaker Madinah juga memastikan petugas haji di sektor Bir Ali akan membantu jemaah lansia yang mengalami kendala fisik, termasuk jika ada yang buang air saat sudah berihram.
“Termasuk juga nanti mekanisme untuk misalkan membimbing niat ihramnya, nanti akan dibantu juga oleh teman-teman bimbad yang ada di sektor Bir Ali,” katanya.
Selain itu, seluruh jemaah diingatkan agar sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel di Madinah, termasuk mandi sunnah dan memakai minyak wangi sebelum niat ihram dilakukan di Bir Ali.
“Pastikan tidak ada jemaah yang laki-laki terutama yang sudah menggunakan kain ihram masih menggunakan celana dalam. Jadi pastikan semua jemaah haji dari hotel sudah menggunakan pakaian ihram yang nanti niat ihramnya di Bir Ali,” pesannya.
Sebagai informasi, pergerakan perdana jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah dijadwalkan dimulai Kamis (30/4/2026) dengan total 12 kloter atau sebanyak 4.871 jemaah.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar proses perjalanan ibadah sekaligus memberi perlindungan lebih baik bagi jemaah lansia dan disabilitas selama tahapan awal menuju Makkah. (*)
Apa Reaksi Anda?