Ratusan Juru Sembelih Halal Banjarnegara Ikuti Apel Akbar dan Juleha Fest 2026
Apel Akbar dan Juleha Fest 2026 Banjarnegara berlangsung meriah dengan serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif.
BANJARNEGARA - Ratusan juru sembelih yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (DPD Juleha) Kabupaten Banjarnegara menggelar Apel Akbar dan Juleha Fest 2026.
Kegiatan yang bertujuan untuk memastikan jaminan kehalalan dan kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat ini digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara, Selasa (19/5/2026).
Apel Akbar dan Juleha Fest 2026 berlangsung meriah dengan serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif. Para peserta dan masyarakat yang hadir disuguhi demonstrasi penyembelihan kambing yang dilanjutkan dengan teknik boning atau pengulitan hingga pemisahan tulang secara profesional.
Mereka juga diberikan trik dan metode merobohkan sapi secara humanis dan berperikehewanan tanpa menyakiti fisik hewan. Panitia juga mengedukasi pemeriksaan post-mortem (setelah disembelih) dan ante-mortem (sebelum disembelih) untuk mendeteksi kesehatan daging dan organ dalam, seperti hati, agar layak konsumsi manusia.
Kegiatan diakhiri dengan layanan asah pisau gratis, pemeriksaan kelaikan bilah pisau, serta bazar pisau lokal.
Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Adi menyampaikan bahwa Apel Akbar dan Juleha Fest menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban dalam skala besar.
Ke depan, kata dia program bimbingan teknis diharapkan dapat didelegasikan ke tingkat desa agar setiap wilayah memiliki petugas penyembelihan yang terlatih secara mandiri.
Ia juga menegaskan jika DPPKP Banjarnegara menyambut baik wacana pembentukan kader Juleha hingga ke tingkat RT atau takmir masjid di setiap desa.
Sementara, Ketua DPD Juleha Banjarnegara, Saefurohman, menyampaikan, gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat mengenai kehalalan produk daging yang beredar.
Merujuk pada Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, negara wajib memberikan perlindungan kehalalan atas produk yang dikonsumsi masyarakat.
Juleha Banjarnegara berkomitmen melahirkan juru sembelih yang mampu menghasilkan daging dengan standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Seluruh kompetensi ini didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) tahun 2022.
Sejak resmi dikukuhkan pada akhir tahun 2023 dan diakui sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) melalui SK Bupati Banjarnegara pada Januari 2025, DPD Juleha Banjarnegara terus bergerak aktif dan telah menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) sebanyak 19 kali dengan total anggaran mencapai 543 juta rupiah.
Program ini berhasil melahirkan 1.068 alumni juru sembelih halal yang bersertifikasi dan siap diterjunkan ke tengah masyarakat.
Wakil Bupati Wakhid Jumali pada kesempatan ini memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Juleha Banjarnegara. Ia menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam proses penyembelihan, yang ia sebut sebagai prinsip "Asah, Asih, dan Asuh".
Prinsip "Asah" menginstruksikan para juru sembelih untuk memastikan peralatan yang digunakan, terutama pisau, dalam kondisi yang sangat tajam agar tidak menyiksa hewan.
Sementara prinsip "Asih" menekankan penerapan nilai berperikehewanan atau kesejahteraan hewan (animal welfare) saat proses merobohkan dan menyembelih. Terakhir, prinsip "Asuh" wajib diterapkan agar daging yang dihasilkan benar-benar higienis, halal, dan aman dikonsumsi.
Wakhid Jumali juga mengingatkan bahwa dari ujung bilah pisau para penyembelih inilah status daging ditentukan apakah akan menjadi hidangan yang halal dan berkah, atau justru menjadi bangkai yang haram.
Untuk diketahui, berdasarkan data tahun sebelumnya, Banjarnegara menyembelih hampir 5.000 ekor sapi serta lebih dari 7.000 ekor kambing dan domba.
Dengan volume penyembelihan yang begitu tinggi, kehadiran juru sembelih yang kompeten dan bersertifikasi menjadi sangat krusial agar prosesi ibadah kurban berjalan sesuai dengan syariat Islam. (*)
Apa Reaksi Anda?