KA Pandalungan Tabrak Mobil di Grobogan, Tiga Warga Jepara Meninggal Dunia
KA Pandalungan relasi Surabaya–Gambir menabrak mobil Daihatsu Sigra di perlintasan manual Desa Medani, Grobogan. Tiga warga Jepara meninggal dunia.
SEMARANG Kereta Api Pandalungan relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir menabrak sebuah mobil di KM 24+8/9 jalur hilir, antara Stasiun Gubug dan Stasiun Tegowanu, tepatnya di perlintasan manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/2) pukul 23.05 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
Korban merupakan pengemudi dan dua penumpang mobil Daihatsu Sigra warna silver metalik bernomor polisi AB 1266 NH. Mereka adalah EP (41) selaku pengemudi, serta HPS (34) dan MR (41), seluruhnya warga Kabupaten Jepara.
Manager Humas Daop 4 Semarang PT Kereta Api Indonesia (KAI), Luqman Arif, saat dihubungi dari Grobogan, Rabu, mengatakan KA Pandalungan sempat berhenti luar biasa di lokasi untuk pemeriksaan sarana setelah kejadian.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh awak sarana perkeretaapian (ASP), lokomotif mengalami kerusakan pada lampu kabut yang pecah,” ujarnya.
Kereta diberangkatkan kembali pada pukul 23.21 WIB. Untuk menjamin keselamatan perjalanan, dilakukan penggantian lokomotif di Stasiun Semarang Tawang. Akibat proses tersebut, KA Pandalungan mengalami keterlambatan sekitar 58 menit dari jadwal.
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan yang terdampak atas kejadian ini,” kata Luqman. Ia menegaskan KAI akan terus meningkatkan sosialisasi dan imbauan keselamatan guna menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Tegowanu, Ajun Komisaris Polisi Setyo Budi Waluyo, membenarkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda empat dengan kereta api di perlintasan manual Desa Medani.
Menurut dia, kecelakaan bermula ketika petugas perlintasan hendak menutup portal sisi selatan karena kereta melintas dari arah timur ke barat. Namun, mobil Daihatsu Sigra tersebut tetap melaju dari arah utara ke selatan dan melintasi rel hingga terjadi tabrakan.
“Kendaraan terpental dan terseret sekitar 50 meter dari titik tabrak. Mobil mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian materiil sekitar Rp100 juta,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang di dalam mobil meninggal dunia di lokasi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (*)
Apa Reaksi Anda?