Jemaah Haji Tertua Pacitan, Sukarti Siap Tunaikan Rukun Islam Kelima di Usia 86 Tahun

Mendaftar sejak 2020, Sukarti harus menunggu sekitar enam tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

April 24, 2026 - 19:03
Jemaah Haji Tertua Pacitan, Sukarti Siap Tunaikan Rukun Islam Kelima di Usia 86 Tahun

PACITAN - Di usia yang sudah menginjak 86 tahun, Sukarti, warga Kauman RT 2 RW 2 Desa Arjowinangun, menjadi jemaah haji tertua asal Kabupaten Pacitan di musim haji 2026.

Penantian panjangnya akhirnya terbayar. Senin, 27 April 2026, ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan Kloter 25 Embarkasi Surabaya.

Ini menjadi kali pertama Sukarti menunaikan ibadah haji. Ia mendaftar sejak 2020 dan harus menunggu sekitar enam tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini.

“Daftar saya tahun 2020. 6 tahun ini sudah bisa berangkat. Ya cukup lama untuk penantiannya,” ujarnya, ditemui Jumat (24/4/2026) petang.

Berangkat Didampingi Anak

Di tengah keterbatasan usia, Sukarti tak sendiri. Ia akan berangkat bersama anak ketiganya, Lilis Setyaningsih, yang khusus mengajukan pendampingan.

“Karena saya mengajukan biar bisa mendampingi keluarga dan sesuai persyaratan sudah menunggu sudah lebih dari 5 tahun akhirnya bisa dibarengkan,” kata Lilis.

Awalnya, Lilis dijadwalkan berangkat pada 2029. Namun karena alasan pendampingan, jadwalnya dimajukan agar bisa mendampingi sang ibu.

“Aslinya saya berangkat 2029. Tapi berhubung mendampingi ibuk akhirnya dibarengkan,” imbuhnya.

Dari Jualan Kain hingga Biaya Haji Lunas

Sukarti

Perjalanan Sukarti menuju Baitullah bukan hal instan. Ia mengumpulkan biaya haji dari hasil berdagang kain secara keliling di sejumlah pasar di Pacitan.

“Dulu saya pedagang kain-pakaian keliling, di pasar Arjowinangun, Arjosari dan Kebondalem,” tuturnya.

Dari hasil itu, ditambah uang pensiunan almarhum suaminya, Sukarti menabung sedikit demi sedikit. Kekurangan biaya akhirnya dibantu oleh anak-anaknya.

“Dulu nabung dari jualan kain dan dapat pensiunan dari suami saya sedikit-sedikit nabung. Pas ada kekurangan, anak yang mencukupi. Alhamduliah sudah lunas ini,” ucapnya.

Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp60 juta, dengan rincian pelunasan awal Rp25 juta dan pelunasan akhir Rp35 juta.

Persiapan di Usia Senja

Meski usia tak lagi muda, Sukarti tetap berupaya mempersiapkan diri secara fisik. Setiap pagi, ia berjalan kaki di sekitar rumah sebagai latihan.

“Persiapan fisik, kalau pagi jalan-jalan, karena sudah tua saat ini cuma keliling di emperan rumah. Niatnya latihan tawaf sama Sai,” katanya.

Ia juga telah mengikuti manasik haji sebanyak delapan kali. Meski mengaku sering lupa, ia akan mengandalkan bantuan sang anak saat di Tanah Suci.

“Sudah memahami tapi ya lupa namanya sudah tua. Nanti biar diingatkan putrinya,” ujarnya.

Tantangan Fisik dan Harapan

Sukarti menyadari tantangan terberatnya adalah kondisi fisik, terutama pada bagian kaki yang pernah mengalami pengapuran. “Nanti ya jalannya itu, karena kakinya sakit, dulu ada pengapuran di kaki,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal itu, ia berencana menggunakan kursi roda selama menjalankan ibadah.

Di balik segala keterbatasan, harapan Sukarti sederhana. Ia ingin menjalani ibadah dengan lancar dan pulang membawa ketenangan batin.

“Mudah-mudahan bisa hidup tenang dan kalau meninggal bisa khusnul khatimah,” harapnya.

Data Jemaah dan Jadwal Keberangkatan

Selain Sukarti sebagai jemaah tertua, jemaah termuda asal Pacitan tahun ini adalah Figa Danang Hidayatulloh, yang berusia 26 tahun 7 bulan.

Total calon jemaah haji (CJH) asal Pacitan mencapai 244 orang, tergabung dalam Kloter SUB-25, Rombongan 1.

Rombongan dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 27 April 2026 pukul 18.50 WIB, lalu terbang ke Arab Saudi menggunakan pesawat SV5269 dan tiba di Madinah pada 29 April 2026 dini hari waktu setempat.

Sebelum keberangkatan, koper besar jemaah akan dikumpulkan pada 26 April 2026 di Gedung PLHUT Kemenag Pacitan.

Sementara upacara pemberangkatan digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan pada pagi hari sebelum rombongan diberangkatkan menuju Surabaya.

Jika sesuai jadwal, jemaah haji Pacitan akan kembali ke tanah air pada 7 Juni 2026 dan disambut di Pendopo Kabupaten Pacitan pada sore harinya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow