Jalur Pejawaran-Batur Putus Total Akibat Longsor di Kaliireng Banjarnegara

Jalur Pejawaran-Batur di Kabupaten Banjarnegara putus total akibat tanah longsor di Jembatan Kaliireng, Desa Ratamba.

Maret 4, 2026 - 17:00
Jalur Pejawaran-Batur Putus Total Akibat Longsor di Kaliireng Banjarnegara

BANJARNEGARA Akibat intensitas hujan yang tinggi, ruas jalan Kaliireng di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, mengalami longsor. Kejadian ini menyebabkan jalur yang menghubungkan Kecamatan Pejawaran dengan Kecamatan Batur putus total.

Hingga Rabu (4/3/2026), pergerakan tanah di lokasi longsor dilaporkan masih berlangsung. Petugas dari Forkopimcam Batur dan Pejawaran telah berjaga di lokasi untuk memasang papan peringatan serta melakukan penutupan ruas jalan tersebut demi keamanan pengguna jalan.

Camat Pejawaran, Setiyadi, S.STP., mengimbau langsung kepada masyarakat agar tetap waspada. Hal ini mengingat intensitas hujan di wilayah utara Banjarnegara diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Jalan-raya-di-Dukuh-Kaliireng-Desa-Ratamba-Kecamatan-Pejawaran-b.jpg

Untuk sementara waktu, warga dari arah Batur maupun Pejawaran dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui rute Pejawaran – Getas atau melalui Penusupan – Tieng Batur.

Bagi para pelajar yang bersekolah di wilayah Batur, akses dapat dialihkan dengan memutar melalui jalur Karangkobar – Wanayasa – Batur. Sementara itu, warga dari arah Pagentan dapat melalui jalur Pegundungan – Tegal Jeruk – Beji – Batur.

Sebagai informasi, titik longsor ini berada di sekitar Jembatan Kaliireng. Lokasinya tidak jauh dari kawasan zona tanah bergerak yang sempat mengakibatkan relokasi puluhan rumah warga beberapa bulan lalu.

"Material longsoran langsung hanyut terbawa aliran Kaliireng yang sangat deras saat terjadi hujan," ujar Aan, salah seorang warga di daerah utara Banjarnegara.

Jalan-raya-di-Dukuh-Kaliireng-Desa-Ratamba-Kecamatan-Pejawaran-c.jpg

Hal senada disampaikan oleh Komandan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pagentan sekaligus Komandan Destana Kabupaten Banjarnegara, Wanidi Ahmad Hamdani. Ia menyebutkan bahwa tanda-tanda longsor sebenarnya sudah berlangsung lama, namun kondisinya semakin parah sejak beberapa hari terakhir dan mencapai puncaknya pada Rabu pagi.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan warga yang berada di daerah rawan bencana untuk selalu waspada. Ia meminta masyarakat selalu memantau informasi terkini dari BPBD setempat.

Bupati menyampaikan bahwa sekitar 70 persen wilayah Kabupaten Banjarnegara tergolong rawan bencana alam. Oleh karena itu, ia menegaskan agar seluruh elemen, termasuk Dinas Sosial, PMI, dan BPBD, untuk selalu bersinergi dalam menghadapi situasi pada musim penghujan ini.

Untuk diketahui, ancaman bencana alam yang kerap mengintai wilayah Banjarnegara meliputi tanah longsor, tanah bergerak, hingga banjir pada musim hujan, serta kekeringan saat musim kemarau. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow