Jaga Stabilitas Harga, Menko Pangan Batasi Menu Ayam dan Telur dalam Program SPPG

Menko Pangan Zulkifli Hasan batasi menu ayam dan telur di program SPPG guna jaga harga pasar.

Februari 24, 2026 - 17:00
Jaga Stabilitas Harga, Menko Pangan Batasi Menu Ayam dan Telur dalam Program SPPG

MALANG Pemerintah memutuskan untuk membatasi frekuensi penggunaan menu ayam dan telur dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasar nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa penggunaan dua komoditas tersebut dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh berlebihan dalam satu pekan.

“Sekarang SPPG seminggu cuma boleh pakai telur sebagai menu sekali, tidak boleh dua kali. Kalau dua kali, harga telur bisa melonjak,” ujar Zulkifli saat melakukan kunjungan kerja di Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (24/2/2026).

Kebijakan serupa berlaku untuk komoditas daging ayam. Zulkifli menyebutkan konsumsi daging ayam dibatasi maksimal dua kali dalam sepekan. “Ayam satu minggu sekali atau dua kali, tidak boleh lebih. Kalau lebih, harganya tidak terkontrol. Maka harus variatif, kadang-kadang diganti ikan,” imbuhnya.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah antisipatif agar permintaan besar dari program MBG tidak memicu lonjakan harga di tingkat konsumen umum. Mengingat jangkauan program yang terus diperluas, daya serap terhadap protein hewani menjadi sangat besar, sehingga pengaturan menu di unit SPPG sangat krusial.

Meski ada pembatasan frekuensi, Menko Pangan memastikan para peternak tidak perlu khawatir terhadap potensi kelebihan produksi (oversupply). Pemerintah menjamin seluruh hasil produksi peternak akan tetap terserap optimal melalui skema program gizi tersebut.

“Para peternak tidak usah khawatir ayam atau telurnya berlebih. Pasti diserap oleh SPPG,” tegas Zulkifli.

Ia memaparkan proyeksi kebutuhan pangan skala nasional di mana tahun ini program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Angka ini mencerminkan besarnya volume kebutuhan protein hewani setiap harinya.

“Tahun ini MBG menyasar 82,9 juta orang. Jika satu orang butuh satu potong ayam atau satu butir telur, maka dibutuhkan 82,9 juta potong ayam atau butir telur dalam satu hari. Itu angka yang sangat besar,” jelasnya.

Dengan skala kebutuhan tersebut, pemerintah menerapkan sistem rotasi menu. Penggunaan sumber protein lain, seperti ikan, diharapkan dapat menyeimbangkan beban pasar sehingga permintaan tidak terpusat pada satu atau dua komoditas saja. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow