Inspiratif! Mahasiswa KSM 44 UNISMA Ubah Suasana Mengaji Jadi Lebih Seru dan Bermakna

Suasana sore di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, tampak lebih religius dan bersemangat dalam kurun waktu dua pekan berlangsung.

Februari 19, 2026 - 14:58
Inspiratif! Mahasiswa KSM 44 UNISMA Ubah Suasana Mengaji Jadi Lebih Seru dan Bermakna

MALANG Suasana sore di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, tampak lebih religius dan bersemangat dalam kurun waktu dua pekan berlangsung. Sejak tanggal 8 hingga 20 Februari 2026, para mahasiswa KSM Kelompok 44 dari Universitas Islam Malang (UNISMA) hadir membawa energi baru di TPQ Istiqomah.

Setiap sore, puluhan santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kelancaran membaca Al-Qur’an dan Iqra’, tetapi juga pada penguatan karakter islami sejak dini. Kehadiran mahasiswa yang diterjunkan oleh LPPM UNISMA ini bertujuan untuk memberikan pendampingan intensif bagi para ustadzah sekaligus memastikan setiap santri mendapatkan perhatian maksimal dalam menghafal doa harian hingga praktik ibadah sholat yang benar.

Program yang dijalankan di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mohammad Rizal, SE., ME., ini dirancang untuk menciptakan atmosfer belajar yang lebih efektif namun tetap menyenangkan bagi anak-anak. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar tambahan, tetapi juga sebagai motivator yang membantu mengondisikan ketertiban kelas agar proses transfer ilmu berjalan kondusif.

Penanaman nilai-nilai keislaman menjadi prioritas utama guna membentengi moral generasi muda Desa Sukoanyar di tengah tantangan zaman. Dedikasi ini merupakan wujud nyata pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh kampus hijau UNISMA untuk memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat desa.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Dukungan penuh pun mengalir dari para pengajar lokal yang merasa terbantu dengan kehadiran para mahasiswa. Salah satu ustadzah di TPQ Istiqomah mengungkapkan rasa syukurnya atas kolaborasi ini. "Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Proses belajar jadi lebih hidup, anak-anak juga lebih semangat karena metode yang dibawa lebih segar dan interaktif. Ini sangat meringankan tugas kami dalam membimbing santri secara personal," tuturnya dengan raut wajah bahagia. Sinergi antara kearifan lokal para pengajar senior dan semangat inovasi mahasiswa menjadi kunci suksesnya kegiatan yang berlangsung selama hampir dua minggu tersebut.

Di sisi lain, keberhasilan koordinasi di lapangan tidak lepas dari peran aktif tim KSM di bawah kepemimpinan koordinator desa. Misbakhul Munir, selaku Kordinator Desa (Kordes) KSM Kelompok 44, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa kepada masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap santri tidak hanya sekadar bisa membaca, tapi benar-benar memahami dan mencintai apa yang mereka pelajari. Fokus kami adalah membantu ustadzah agar kualitas pembelajaran meningkat sehingga santri bisa lebih cepat menyerap hafalan doa dan praktik sholat secara tepat," ujar Munir. Melalui program ini, diharapkan TPQ Istiqomah terus menjadi pusat pendidikan moral yang kokoh bagi masa depan anak-anak di Desa Sukoanyar. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 44 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow