Ini Kata Wali Kota Eri Cahyadi Usai Insiden Keracunan MBG
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai 200 siswa di Tembok Dukuh diduga keracunan daging krengsengan. Sampel makanan kini diuji laboratorium.
SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan atensi serius terhadap insiden keracunan massal yang menimpa sekitar 200 siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyediaan makanan di sekolah.
Eri menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cross check lapangan segera setelah laporan masuk. Langkah ini diambil untuk memastikan titik lemah dalam rantai distribusi atau pengolahan makanan tersebut.
"Jadi Insyaallah kemarin itu kita sudah cross check ya, panggil langsung ke seluruh sekolah," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Eri menjelaskan, secara prosedural, menu MBG sebenarnya telah melewati tahap pemeriksaan ketat. Sebelum sampai ke tangan siswa, pihak sekolah juga turut memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Menurutnya, saat makanan tiba di sekolah, tidak ditemukan indikasi makanan basi ataupun bermasalah.
"Sudah (dicek) dari bau, dari rasanya, tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam (dikonsumsi), terjadi kejadian ini," tambahnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari gejala keracunan yang dialami ratusan siswa tersebut masih menjadi teka-teki. Pemkot Surabaya telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk dilakukan uji klinis guna mengetahui kandungan zat atau bakteri yang memicu reaksi medis pada siswa.
"Karena masih dilab-kan, hasilnya apa kita tunggu ya," kata Wali Kota Eri.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 200 siswa dari 12 instansi pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP, diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026) kemarin. Kendala diduga ada pada daging yang diolah menjadi krengsengan.
Kepala SPPG Tembok Dukuh Bubutan Kota Surabaya, Chafi Alida Najla menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas insiden yang diduga bersumber dari menu daging krengsengan tersebut.
"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak, kepada siswa dan juga guru yang kena keracunan karena makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan dan observasi di lapangan. Saat ini operasional kami hentikan total hingga ada hasil evaluasi dan hasil laboratorium keluar," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?