Idul Adha 2026, NU Care-LAZISNU Banyuwangi Kelola 8.900 Hewan Kurban Senilai Rp43 Miliar
Semangat berbagi dalam momentum Hari Raya Idul Adha 2026 kembali terasa kuat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timut. NU Care-LAZISNU PC Banyuwangi mencatat pengelolaan ribuan hewan kurban dengan nilai fa
BANYUWANGI - Semangat berbagi dalam momentum Hari Raya Idul Adha 2026 kembali terasa kuat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timut. NU Care-LAZISNU PC Banyuwangi mencatat pengelolaan ribuan hewan kurban dengan nilai fantastis mencapai lebih dari Rp43 miliar lebih.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pukul 12.14 WIB, NU Care-LAZISNU Banyuwangi mengelola total 8.900 hewan kurban yang terdiri dari sapi dan kambing. Jumlah tersebut menjadi salah satu capaian besar dalam pelaksanaan kurban di lingkungan Nahdlatul Ulama Banyuwangi tahun ini.
Ketua LAZISNU PC Banyuwangi, Selamet Rahmat, S.Ak., menyampaikan bahwa dari total tersebut, jumlah sapi yang diterima mencapai 1.210 ekor. Jika dikalkulasikan, nilai ekonominya setara dengan Rp24.200.000.000.
“Data sementara hingga siang ini, jumlah sapi sebanyak 1.210 ekor atau setara Rp24,2 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Rahmat, Kamis (28/5/2026).
Ketua LAZISNU PC Banyuwangi, Selamet Rahmat, S.Ak. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Sementara itu, jumlah kambing yang dikelola mencapai 7.690 ekor dengan estimasi nilai sebesar Rp19.225.000.000. Dengan demikian, total keseluruhan nilai hewan kurban yang berhasil dihimpun dan dikelola NU Care-LAZISNU Banyuwangi mencapai Rp43.425.000.000.
Tak hanya jumlah hewan kurban yang besar, distribusi daging kurban kepada masyarakat juga menunjukkan angka yang signifikan. Tercatat sebanyak 259.245 kantong daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Rahmat menjelaskan, pendistribusian daging kurban dilakukan melalui jaringan pengurus NU mulai tingkat cabang, majelis wakil cabang hingga ranting yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi. Sistem tersebut dinilai efektif untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Distribusi dilakukan secara gotong royong melalui jaringan NU yang ada di desa-desa agar manfaat kurban benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui NU Care-LAZISNU menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan kurban yang transparan dan profesional.
Pamflet tabulasi hewan kurban LAZISNU Banyuwangi. (Foto: LAZISNU Banyuwangi for TIMES Indonesia).
Selain itu, pelaksanaan kurban juga tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, namun menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
NU Care-LAZISNU Banyuwangi pun memastikan seluruh proses pengelolaan hewan kurban dilakukan sesuai syariat serta memperhatikan aspek kesehatan dan kelayakan hewan sebelum disembelih.
"Semoga dari tahun ke tahun jumlahnya semakin banyak, dan semakin bertambah juga penerima manfaatnya," kata Rahmat, yang juga dikenal luas sebagai pengusaha properti kawakan di Bumi Blambangan ini. (*)
Apa Reaksi Anda?