Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Tiga Ruang Kelas SDN 3 Mirat Majalengka
Tiga ruang kelas di SDN 3 Mirat, Desa Mirat, dilaporkan ambruk setelah tak mampu menahan terpaan hujan deras yang disertai angin kencang.
MAJALENGKA - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Kamis malam (30/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB berubah menjadi bencana.
Tiga ruang kelas di SDN 3 Mirat, Desa Mirat, dilaporkan ambruk setelah tak mampu menahan terpaan hujan deras yang disertai angin kencang. Peristiwa tersebut menyisakan puing-puing bangunan yang berserakan.
Rangka atap baja ringan runtuh, genteng berjatuhan, dan struktur ruang kelas roboh dalam waktu singkat. Dugaan sementara, intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama ambruknya bangunan sekolah tersebut.
Danramil 1710 Leuwimunding Kodim 0617 Majalengka, Lettu Cku Munzir, turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi terkini serta melakukan koordinasi penanganan darurat bersama unsur terkait.
"Bangunan tiga kelas ambruk total. Rangka atap baja ringan tidak mampu menahan beban air hujan deras disertai angin kencang. Akibatnya, genteng berjatuhan dan struktur ruangan roboh,” ungkap Munzir saat meninjau lokasi, Sabtu (1/5/2026).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian berlangsung, kondisi sekolah dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan siswa maupun tenaga pengajar.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar karena tiga ruang kelas utama mengalami kerusakan berat, langkah cepat langsung dilakukan aparat gabungan.
Selain pendataan awal, pihak TNI bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Leuwimunding melakukan pengamanan area guna mengantisipasi potensi keruntuhan susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.
"Kami telah memasang garis pengaman dan memberikan imbauan kepada masyarakat serta siswa agar tidak mendekati lokasi, mengingat kondisi bangunan masih rawan ambruk," tambahnya.
Pasca insiden ini, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Majalengka diharapkan segera mengambil langkah cepat, termasuk relokasi sementara kegiatan belajar mengajar agar proses pendidikan tetap berjalan, serta percepatan perbaikan infrastruktur sekolah yang terdampak.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan infrastruktur pendidikan dalam menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus mendorong percepatan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah di wilayah rawan bencana. (*)
Apa Reaksi Anda?