Konstruksi Lantai 3 Pasar Besar Malang Terancam Ambrol, Pemkot Bongkar Pagar dan Pot

Pemkot Malang mulai melakukan pembongkaran pagar dan pot di Lantai 3 Pasar Besar Malang, menyusul temuan kerusakan konstruksi yang berpotensi membahayakan keselamatan pedagang dan pengunjung.

April 21, 2026 - 16:45
Konstruksi Lantai 3 Pasar Besar Malang Terancam Ambrol, Pemkot Bongkar Pagar dan Pot

MALANG - Pemkot Malang mulai melakukan pembongkaran pagar dan pot di Lantai 3 Pasar Besar Malang, Selasa (21/4/2026), menyusul temuan kerusakan konstruksi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pedagang dan pengunjung.

Langkah darurat ini diambil setelah hasil kajian teknis Dinas PUPRPKP menemukan adanya retakan, konstruksi terputus, hingga risiko ambrol di sejumlah titik. Temuan itu membuat pembongkaran tidak hanya menyasar pot, tetapi juga pagar di area lantai atas pasar.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pembongkaran dilakukan sebagai bentuk mitigasi untuk mencegah risiko yang lebih besar.

“Sudah dikaji, ada retakan dan potensi bahaya, sehingga harus segera dibongkar,” ujar Wahyu, Selasa (21/4/2026).

Pembongkaran pot dan tembok retak 2

Menurutnya, proses pembongkaran dilakukan bertahap dan penuh kehati-hatian. Pekerjaan dengan tingkat risiko ringan dikerjakan pada siang hari, sementara pekerjaan berat dilakukan malam hari saat aktivitas perdagangan berhenti demi menghindari potensi insiden.

“Yang berat kita lakukan malam hari agar lebih aman karena tidak ada pedagang maupun pembeli,” ungkapnya.

Operasi pembongkaran ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai Dinas PUPRPKP sebagai leading sector teknis, Dinas Lingkungan Hidup, Diskopindag, hingga BPBD untuk mendukung penanganan di lapangan.

Meski berpotensi menambah beban pembiayaan, Wahyu menyebut pembongkaran dilakukan tanpa anggaran khusus. Penanganan darurat ini dijalankan dengan memaksimalkan personel dan sumber daya masing-masing OPD.

Pembongkaran pot dan tembok retak 3

\“Ini kami anggap kerja bakti. Tidak ada anggaran khusus, semua dilakukan sesuai tupoksi masing-masing OPD,” tegasnya.

Di tengah penanganan darurat ini, Wahyu juga kembali menyinggung persoalan penataan Pasar Besar Malang secara menyeluruh yang hingga kini belum menemukan titik temu dengan pedagang. Menurutnya, kondisi konstruksi yang mulai mengkhawatirkan seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera menyepakati langkah penyelamatan bersama.

“Kami berharap ini dipahami sebagai kepentingan bersama. Kalau terjadi sesuatu, pemerintah yang disalahkan, padahal upaya sudah maksimal,” ucapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow