Hari Lingkungan Hidup 2026, Wako Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik

Pemko Payakumbuh luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik di Hari Lingkungan Hidup 2026 untuk kurangi sampah, dorong pemilahan dari rumah, kurangi plastik, dan dukung ekonomi sirkular berbasis warga.

Juni 5, 2026 - 15:14
Hari Lingkungan Hidup 2026, Wako Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik

PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Wali Kota Zulmaeta resmi meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik sebagai langkah strategis mendorong pengurangan sampah dan pengendalian perubahan iklim berbasis partisipasi masyarakat.

Peluncuran dilakukan dalam apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di GOR Nan Ompek, Kelurahan Tanjung Pauh, Jumat (5/6/2026), yang turut dihadiri unsur Forkopimda, OPD, serta berbagai komunitas lingkungan.

Gerakan “Resik” merupakan akronim dari Responsif, Ekonomis, Sirkular, Inklusif, dan Kolaboratif, yang dirancang untuk membangun perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup ramah lingkungan. Fokus utama gerakan ini adalah mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengurangan plastik sekali pakai, serta penguatan konsep ekonomi sirkular.

“Sebagai kota yang terus berkembang, kemajuan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Kita harus bergerak bersama menjaga bumi,” ujar Zulmaeta.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 a

Ia menegaskan, saat ini dunia menghadapi tiga tantangan besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Kondisi tersebut menuntut adanya aksi nyata, bukan sekadar wacana.

Gerakan Payakumbuh Resik juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Gerakan Indonesia ASRI, yang mendorong penguatan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Delni Putra, S.T., menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang sebagai langkah konkret memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendukung pengendalian perubahan iklim di daerah.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 b

“Gerakan ini bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Kunci keberhasilannya ada pada partisipasi masyarakat, terutama dalam memilah sampah dari sumbernya,” kata Delni Putra.

Dalam kesempatan itu, Pemko Payakumbuh turut meluncurkan maskot edukasi lingkungan bernama SI-Lah (Siko Memilah), yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah.

Selain peluncuran gerakan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek, aksi gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam, serta pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Wali Kota Zulmaeta mengapresiasi peran petugas kebersihan, komunitas peduli lingkungan, pelajar, dan masyarakat yang selama ini aktif menjaga kebersihan kota.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi, kita bisa mewujudkan Payakumbuh yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan Gerakan Payakumbuh Resik menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menekan timbulan sampah, memperluas ruang hijau, serta mendukung upaya pengendalian emisi melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow