Harga Aspal Melonjak 20 Persen, DPUPKP Ponorogo Hitung Ulang RAB Proyek Jalan
Penyesuaian ini merupakan langkah krusial agar proyek tetap berjalan sesuai standar kualitas meskipun ada tekanan inflasi bahan baku.
PONOROGO - Rencana percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menghadapi tantangan baru menyusul lonjakan signifikan harga aspal di pasaran.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo kini tengah melakukan kalkulasi ulang terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) sejumlah proyek perbaikan jalan.
Kenaikan harga bahan baku utama pengerasan jalan ini mencapai hampir 20 persen, sebuah angka yang cukup untuk mengacak-acak perencanaan anggaran yang telah disusun sebelumnya.
Lonjakan Harga Berdasarkan Data Pertamina
Berdasarkan data terbaru dari Pertamina Trading & Service, tren kenaikan ini terjadi merata baik pada aspal curah maupun kemasan.
Aspal Curah (Refinery Unit IV Cilacap): Melambung ke angka Rp11.565 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp9.400 pada bulan Maret.
Aspal Kemasan Drum (Eks Gresik): Mengalami kenaikan dari Rp11.600 menjadi Rp13.600 per kilogram.
Kepala DPUPKP Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengonfirmasi bahwa penyesuaian ini merupakan langkah krusial agar proyek tetap berjalan sesuai standar kualitas meskipun ada tekanan inflasi bahan baku.
"Kenaikan ini cukup signifikan, menyentuh angka 20 persen. Kondisi ini mengharuskan kami untuk melakukan hitung ulang RAB pada paket-paket pekerjaan jalan yang akan berjalan," ujar Jamus, Rabu (15/4/2026).
"Kami harus memastikan bahwa antara ketersediaan anggaran dan volume pekerjaan tetap sinkron," sambungnya.
Jamus menambahkan bahwa pihaknya sedang memetakan skala prioritas agar target kemantapan jalan di Bumi Reog tidak terganggu secara drastis.
Penghitungan ulang RAB ini berpotensi memicu dua skenario: penyesuaian volume pekerjaan atau pengajuan tambahan anggaran jika memungkinkan.
Namun, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kontrak yang akan ditandatangani dengan pihak ketiga tetap realistis dengan harga pasar saat ini demi menghindari proyek mangkrak.
"Kami berupaya agar kualitas aspal tetap terjaga sesuai spesifikasi teknik. Jangan sampai karena harga naik, kualitas justru dikurangi" tegas Jamus.
"Maka dari itu, hitung ulang ini adalah solusi paling rasional yang bisa kami ambil saat ini," imbuhnya.
Masyarakat diharapkan bersabar jika terdapat sedikit pergeseran jadwal pelaksanaan di lapangan akibat proses administratif dan penyesuaian anggaran ini. (*)
Apa Reaksi Anda?