Puluhan Siswa TK-SD di Tegalombo Pacitan Diduga Keracunan MBG

Puluhan siswa SD dan TK di Pacitan diduga keracunan usai konsumsi MBG, alami muntah dan sakit perut, beberapa harus dirawat di puskesmas.

April 11, 2026 - 08:38
Puluhan Siswa TK-SD di Tegalombo Pacitan Diduga Keracunan MBG

PACITAN - Kasus dugaan keracunan massal menimpa puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Para siswa dilaporkan mengalami muntah-muntah dan sakit perut setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis, 9 April 2026.

Ironisnya sejumlah anak bahkan harus dilarikan ke Puskesmas Tegalombo dan faskes lainnya. Beberapa di antaranya menjalani perawatan intensif atau rawat inap.
Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, mengungkapkan kejadian itu terkuak saat dirinya mendapati banyak ketua RT telat saat ada rapat di kantor Desa Jumat (10/4/2026) kemarin.

Usut punya usut, telat dan ada yang tidak hadir itu dipicu kondisi anak-anak mereka yang mendadak sakit setelah makan MBG.

“Saya tanya, ternyata banyak yang sedang mengantar anaknya ke puskesmas. Keluhannya sama, muntah-muntah dan sakit perut setelah makan MBG,” ujar Susilo, Sabtu (11/4/2026).

Menurut dia, distribusi MBG di wilayahnya dilakukan oleh SPPG Kebondalem. Program tersebut sejauh ini menyasar siswa SD dan TK, belum menjangkau ibu hamil.

Namun, dampak yang muncul justru meluas. Tidak hanya siswa SD, anak-anak TK juga dilaporkan banyak yang absen setelah pembagian makanan.

“Ada yang bilang buah melonnya kecut, ada juga yang menduga dari saus tahu. Tapi yang jelas, setelah makan itu mereka langsung muntah,” kata Susilo.

Pengakuan serupa datang dari salah satu orang tua siswa. Ia menyebut ikut mencicipi makanan jatah anaknya dan mengalami gejala serupa.

“Saya juga ikut makan sedikit, langsung pusing dan mual,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia MBG maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.

Pemerintah desa mendesak adanya investigasi menyeluruh untuk memastikan keamanan konsumsi dalam program tersebut.

Jurnalis TIMES Indonesia mencoba meminta tanggapan berkaitan kejadian tersebut. Namun Korwil SPPG Listiana Asworo belum merespons.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow