Tak Hanya Siswa, Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita di Kota Batu Mulai Terima MBG

Setelah sebelumnya difokuskan untuk peserta didik, kini ibu hamil, ibu menyusui, dan juga mulai menerima manfaat program tersebut melalui layanan posyandu.

Juni 18, 2026 - 11:35
Tak Hanya Siswa, Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita di Kota Batu Mulai Terima MBG

BATU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu mulai menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas. Setelah sebelumnya difokuskan untuk peserta didik, kini ibu hamil, ibu menyusui, dan juga mulai menerima manfaat program tersebut melalui layanan posyandu.

Salah satunya di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, penyaluran makanan bergizi bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) telah dilakukan di sejumlah posyandu. 

Program tersebut menjadi upaya pemerintah untuk memperkuat pemenuhan gizi masyarakat sejak masa kehamilan hingga usia dini guna mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Beji Syair, Ahmad Jalaludin, mengatakan distribusi bagi kelompok 3B mulai dilaksanakan setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan teknis selesai.

"Mulai Senin kemarin kami sudah menyalurkan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebelumnya kami menuntaskan persyaratan berupa sertifikat laik higiene sanitasi, kemudian melakukan koordinasi bersama kader-kader posyandu agar distribusi berjalan lancar," katanya, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran tahap awal dilakukan melalui empat posyandu di Desa Beji, yakni Posyandu Kenanga, Posyandu Anggrek, Posyandu Wijaya Kusuma I, dan Posyandu Wijaya Kusuma II. Data penerima manfaat diperoleh dari Puskesmas sehingga penyaluran dapat dilakukan secara tepat sasaran.

"Lalu untuk umlah produksi makanan saat ini mengalami penyesuaian karena sebagian sekolah yang menjadi penerima program MBG mulai memasuki masa libur semester," bebernya.

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kebutuhan porsi harian yang diproduksi dapur SPPG. Sekarang, produksi sekitar 1.300 porsi per hari. 

"Angka itu sudah termasuk kebutuhan untuk kelompok 3B yang jumlah penerimanya mencapai ratusan orang. Karena beberapa sekolah mulai libur, total produksi memang tidak sebanyak sebelumnya," ujarnya.

Ia memperkirakan kebutuhan produksi akan kembali menurun dalam beberapa hari mendatang seiring semakin banyaknya sekolah yang menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara waktu.

"Kalau seluruh sekolah sudah memasuki masa libur, tentu jumlah porsi yang diproduksi akan berkurang lagi. Nanti distribusi lebih banyak difokuskan untuk penerima manfaat di kelompok 3B," jelasnya.

Dalam menjaga kualitas makanan yang dibagikan, SPPG Beji Syair menerapkan prosedur pengolahan yang ketat. Seluruh bahan pangan yang datang terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan dan penyortiran sebelum masuk tahap produksi.

"Bahan baku biasanya datang pada sore hingga petang hari. Setelah diterima, kami lakukan pengecekan kualitas dan keamanan pangan, kemudian disiapkan untuk proses produksi. Saat penerima manfaat masih penuh, aktivitas dapur sudah dimulai sejak pagi agar distribusi bisa tepat waktu," terangnya.

Didin sapaannya menambahkan, proses memasak dan pengemasan melibatkan petugas serta relawan yang bertugas di dapur SPPG. 

"Seluruh tahapan dilakukan sesuai standar agar makanan yang diterima masyarakat tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat secara optimal," tuturnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow