Gunakan Bibit Lokal, Kementan Alokasikan 35 Ribu Bibit Kelapa Unggul untuk Natuna

Kementan memanfaatkan 35 ribu bibit kelapa varietas unggul lokal untuk peremajaan lahan seluas 350 hektare di Kabupaten Natuna guna mendongkrak ekonomi petani.

Juli 22, 2026 - 21:33
Gunakan Bibit Lokal, Kementan Alokasikan 35 Ribu Bibit Kelapa Unggul untuk Natuna
JAKARTA -

Kementerian Pertanian (Kementan) mengandalkan varietas bibit lokal dalam melancarkan program pengembangan dan perluasan komoditas kelapa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Wakil Bupati Natuna, Jarmin, meninjau langsung area pembibitan di Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, pada Selasa lalu. Kegiatan pembibitan yang dikelola oleh pihak ketiga tersebut dilakukan guna menyukseskan agenda peremajaan perkebunan daerah.

Langkah pengawasan ini bertujuan menjamin seluruh tahapan, mulai dari penyemaian hingga pemeliharaan bibit, berjalan optimal sehingga menghasilkan bibit bermutu tinggi sebelum didistribusikan kepada kelompok tani.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna memperoleh jatah bantuan 35.000 bibit kelapa yang ditargetkan untuk menghijaukan area seluas 350 hektare.

"Pemerintah Kabupaten Natuna sangat mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap dia, dalam rilis, Rabu (22/7/2026).

Dari hasil pantauan di lapangan, Jarmin menyebutkan terdapat sekitar 45.000 bibit kelapa varietas unggul lokal yang saat ini sedang dibudidayakan di lokasi tersebut.

Program strategis ini digulirkan oleh Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dengan bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

"Semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para petani serta mendukung pengembangan perkebunan kelapa di Natuna,” ujar dia.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengungkapkan bahwa puluhan ribu bibit tersebut bakal disalurkan kepada petani yang tersebar di enam kecamatan. Proses penanaman di atas lahan pribadi milik warga tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun.

Pihaknya mencatat, besaran bantuan yang diterima saat ini baru memenuhi sebagian kecil dari total usulan yang sempat diajukan pada 2025.

"Kita mengusulkan untuk 2.000 hektare di 2026. Semoga ini berkelanjutan untuk 2027," ujar dia.

Wan Syazali menambahkan, DKPP Natuna telah kembali mengajukan usulan bantuan bibit kelapa untuk mencakup area seluas 1.600 hektare pada 2027 sebagai langkah antisipasi jika program serupa kembali digulirkan.

"Kalau kita menilai, kebijakan alokasi pada 2026 ini sudah tepat untuk melihat sejauh mana programnya berhasil. Kalau hasilnya baik, semoga pada 2027 akan ada tambahan alokasi," katanya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow