Gubernur Khofifah Dorong Rumah Sakit di Jawa Timur Adaptif Perkembangan AI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi pameran Surabaya Hospex XX 2026 di Grand City. Khofifah mendorong RS adaptif terhadap teknologi AI dan optimalkan nilai TKDN alkes.

Mei 20, 2026 - 21:31
Gubernur Khofifah Dorong Rumah Sakit di Jawa Timur Adaptif Perkembangan AI

SURABAYA - Berbagai macam teknologi medis berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tampil dalam pameran Surabaya Hospital Expo (Hospex) XX 2026 di Ballroom Grand City Surabaya.

Tidak hanya pameran alat kesehatan (alkes) dan pelayanan kesehatan (yankes) saja, agenda Surabaya Hospex XX 2026 ini juga diisi dengan berbagai macam seminar kesehatan hingga layanan pemeriksaan kesehatan ringan gratis bagi para pengunjung.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahkan melihat langsung kecanggihan produk alkes hingga beragamnya fasilitas layanan kesehatan dari berbagai rumah sakit di Jawa Timur yang ikut serta dalam pameran tersebut.

Gubernur Khofifah mengaku takjub terhadap kemajuan teknologi kedokteran saat ini. Oleh sebab itu, ia mendorong seluruh rumah sakit di Jawa Timur untuk adaptif terhadap perkembangan AI dan teknologi kesehatan global.

“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia, termasuk di dalamnya AI,” jelas Khofifah, Rabu (20/5/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

"Dari berbagai booth yang saya lihat, semuanya sudah dengan AI. Ini artinya teknologi kedokteran kita itu harus sangat adaptif dengan perkembangan berbagai teknologi termasuk AI," imbuhnya.

Transformasi Sistem Kesehatan dan Keselamatan Pasien

Gubernur Khofifah melanjutkan, dalam konteks transformasi sistem kesehatan yang terus berkembang, rumah sakit diharapkan tidak lagi hanya dituntut memberikan layanan kuratif semata. Manajemen medis juga harus mampu memperkuat layanan promotif, preventif, dan rehabilitatif secara terintegrasi.

Lebih dari itu, rumah sakit dinilai harus semakin adaptif terhadap perubahan regulasi, transformasi digital, sistem pembiayaan kesehatan, peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, adil, dan berkualitas.

"Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen di rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran temuan terbaru," ucap Khofifah.

Ia meyakini bahwa kegiatan Hospex XX 2026 ini akan menjadi referensi, bukan hanya bagi rumah sakit di Jawa Timur, melainkan juga untuk rumah sakit di seluruh Indonesia.

"Mereka bisa datang ke sini, dan kemudian bisa melihat bagaimana update teknologi kedokteran yang dipamerkan," imbuhnya.

Kontribusi Strategis Layanan Kesehatan Jawa Timur

Bukan tanpa alasan, Jawa Timur disebut Khofifah memiliki peran yang sangat strategis dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional. Saat ini, Jawa Timur memiliki 448 rumah sakit, menjadikannya salah satu provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.

Jumlah tersebut terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menandakan bahwa akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin luas, sekaligus menegaskan besarnya kontribusi Jawa Timur dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

"Peningkatan jumlah rumah sakit seyogianya juga sejalan dengan berbagai perkembangan teknologi kedokteran yang ada. Karena, bagaimanapun keselamatan pasien tetap menjadi prioritas," jelasnya.

Berkaitan dengan berbagai produk alkes yang dipamerkan, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya kesadaran akan besaran nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di masing-masing produknya.

"TKDN memang harus diikhtiarkan supaya makin hari makin tinggi. Walau memang ada yang masih 100 persen harus diimpor," ujarnya.

Melalui format pertemuan antara para pelaku industri alkes semacam ini, Khofifah optimistis akan tercipta suatu ekosistem yang saling menguatkan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur maupun Indonesia.

"Layanan kesehatan kita harus semakin berkualitas, harus makin kompetitif. Serta, harus memberikan keunggulan-keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang mana masing-masing rumah sakit bisa ber-fastabiqul khairat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PERSI Wilayah Jawa Timur, dr. Bangun T. Purwaka, Sp.OG., Subsp.K.Fm., M.Kes., mengatakan bahwa pameran ini merupakan sarana untuk menunjukkan perkembangan teknologi kedokteran, khususnya beberapa teknologi canggih yang ada di Indonesia dan Jawa Timur.

"Jadi, semakin lama semakin baik, berkualitas, dan tidak melupakan keamanan keselamatan pasien," ucap dr. Bangun. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow