Gerak Cepat Program Oplah, Cara Padang Pariaman Pulihkan Sawah Terdampak Bencana

Pemkab Padang Pariaman sukses tuntaskan 100% rehabilitasi 446 hektare sawah rusak ringan melalui program Oplah Kementan hanya dalam 23 hari.

Mei 14, 2026 - 23:31
Gerak Cepat Program Oplah, Cara Padang Pariaman Pulihkan Sawah Terdampak Bencana

PADANG - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berhasil menuntaskan perbaikan 446 hektare lahan sawah kategori rusak ringan yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu. Keberhasilan ini dicapai melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

"Untuk lahan sawah rusak ringan, seluruhnya telah tertangani 100 persen melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 446 hektare," ujar Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, di Parik Malintang, Kamis (14/5/2026).

John Kenedy menjelaskan bahwa percepatan rehabilitasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian RI pada 14 April 2026. Mengingat sektor persawahan adalah tulang punggung ekonomi petani setempat, pihaknya melakukan akselerasi pengerjaan.

Meski Kementan memberikan target penyelesaian dalam waktu satu bulan, Pemkab Padang Pariaman mampu merampungkannya hanya dalam 23 hari. Sebagai bentuk syukur, penanaman serentak langsung dilakukan di Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, pada Rabu (13/5).

"Alhamdulillah, target yang diberikan Bapak Menteri selama satu bulan berhasil kita tuntaskan kurang dari satu bulan," katanya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, total luas lahan sawah yang terdampak bencana mencapai 1.263,4 hektare. Selain kategori rusak ringan, terdapat lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare.

"Sedangkan lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare, yang baru dapat ditangani 198 hektare melalui bantuan APBN, sementara sisanya belum memenuhi persyaratan luas minimal hamparan," jelas John Kenedy.

Kendala utama saat ini berada pada lahan kategori rusak berat seluas 450,7 hektare dan sekitar 100,5 hektare lahan yang hilang akibat abrasi sungai. Hingga kini, lahan-lahan tersebut belum mendapatkan alokasi bantuan rehabilitasi maupun penggantian dari pemerintah pusat.

Kondisi serupa dialami sektor perkebunan jagung. Tercatat lahan jagung rusak ringan seluas 382,6 hektare, rusak sedang 71 hektare, rusak berat 112 hektare, serta 4,3 hektare lahan yang hilang. Bupati berharap Kementan dapat memberikan bantuan tambahan untuk pemulihan lahan rusak berat dan lahan yang hilang tersebut.

Di sisi lain, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, menambahkan bahwa pihaknya telah menambah unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material sisa banjir pada lahan rusak sedang.

"Sebelumnya hanya satu alat berat untuk membersihkan material sisa banjir, namun (sejak kemarin) alat berat yang bekerja menjadi lima unit," kata Hendra.

Dengan penambahan armada ini, Pemkab optimistis pembersihan sisa material bencana hidrometeorologi akan tuntas dalam waktu kurang dari tiga pekan, sehingga petani dapat segera memulai kembali masa tanam. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow