Kebun Raya Banua Temukan 56 Spesies Tumbuhan di Tanah Bumbu
Kebun Raya Banua Kalsel menemukan 56 spesies flora langka, termasuk anggrek dan begonia, di Tanah Bumbu melalui upaya konservasi ex-situ.
BANJARBARU - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Banua Provinsi Kalimantan Selatan berhasil mengidentifikasi 56 spesies tumbuhan khas daerah hasil eksplorasi di Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis penyelamatan flora langka yang keberadaannya mulai terancam di habitat alami.
Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Ex-Situ UPTD Kebun Raya Banua Kalsel, Muhammad Ferza Listyannoor, mengungkapkan bahwa kegiatan eksplorasi tersebut difokuskan di kawasan sekitar Gua Liang Bangkai, wilayah yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
“Pelaksanaan eksplorasi ini merupakan bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi. Kami berupaya mencari dan menyelamatkan tanaman-tanaman khas Kalimantan Selatan yang mulai langka agar tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang," ujar Ferza di Banjarbaru, Kamis (14/5/2026).
Ferza menjelaskan, dari puluhan spesies yang ditemukan, koleksi didominasi oleh jenis anggrek, begonia, berbagai tanaman hias, serta kelompok talas-talasan (keladi) yang memiliki nilai konservasi tinggi serta potensi pengembangan sebagai koleksi khas Kalimantan.
“Seluruh tumbuhan hasil eksplorasi tersebut dibawa ke Kebun Raya Banua untuk dibudidayakan dan dirawat secara intensif melalui sistem konservasi ex-situ agar mampu beradaptasi dan tumbuh baik sebelum dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi maupun pelestarian,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa proses adaptasi merupakan tahapan krusial. Tanaman yang diambil dari alam tidak selalu dapat langsung bertahan di lingkungan baru, sehingga memerlukan perlakuan khusus mulai dari pengaturan kelembapan hingga penyesuaian media tanam. Jika berhasil melewati fase ini, tanaman tersebut akan dijadikan koleksi tetap maupun materi edukasi masyarakat.
Selain pengambilan sampel dari alam, eksplorasi tahun ini juga mengusung misi konservasi timbal balik. Kebun Raya Banua melakukan pengembalian bibit tanaman langka, seperti jenis meranti-merantian, ke habitat asalnya di Tanah Bumbu. Jenis tersebut sebelumnya telah berhasil dikembangbiakkan di kawasan kebun raya.
“Sekarang tanaman meranti sudah semakin jarang ditemukan. Jadi ada timbal balik dalam kegiatan ini, bukan hanya Kebun Raya yang mendapatkan manfaat, tetapi masyarakat dan lingkungan di daerah juga merasakan dampaknya,” jelas Ferza.
Melalui kegiatan ini, UPTD Kebun Raya Banua berharap dapat memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sebagai kekayaan sumber daya alam Kalimantan Selatan yang tak ternilai. (*)
Apa Reaksi Anda?