Gelar Abdimas, Unipma Madiun dan Gugus SD Klegen Bahas Inovasi Kokurikuler Berbasis Profil Lulusan
Upaya penguatan mutu pendidikan dasar kembali dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam pengembangan kegiatan kokurikuler.
MADIUN - Upaya penguatan mutu pendidikan dasar kembali dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam pengembangan kegiatan kokurikuler.
Program ini dilaksanakan di lingkungan Sekolah Dasar Gugus Klegen Kota Madiun mulai 22 Mei 2026 dan saat ini masih berlangsung pendampingan, dan melibatkan guru dari berbagai sekolah dasar di sejumlah 55 orang.
Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan modul ajar kokurikuler berbasis karakter dan dimensi profil lulusan” yang sistematis, terstruktur, dan berbasis kebutuhan sekolah dasar.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari kolaborasi akademisi dan satuan pendidikan dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut integrasi antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Narasumber pada pelatihan ini adalah Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si dan Dr. Cerianing Putri Pertiwi, M.Pd.
Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan penyusunan modul ajar kokurikuler yang dapat digunakan langsung oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Modul tersebut dirancang tidak hanya sebagai perangkat administratif, tetapi sebagai instrumen pedagogis yang mengarahkan proses pembelajaran agar selaras dengan penguatan karakter siswa serta pencapaian dimensi profil lulusan secara holistik.
“Kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis dalam memperkuat pembelajaran intrakurikuler melalui aktivitas yang lebih kontekstual, aplikatif, dan berbasis pengalaman nyata," ungkap Dr. Linda.
Guru didorong untuk memahami bahwa kokurikuler bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan yang berfungsi memperkaya pengalaman belajar siswa.
Sebagai upaya penguatan, peserta dibimbing untuk menyusun modul ajar yang mencakup beberapa komponen penting, antara lain tujuan pembelajaran, rancangan kegiatan, penguatan karakter, hingga indikator capaian profil lulusan. Pendekatan ini membantu guru untuk lebih terarah dalam merancang kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis kolaborasi lintas disiplin ilmu. Guru diajak untuk mengembangkan tema-tema pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga kegiatan kokurikuler dapat menjadi ruang eksplorasi yang lebih luas dan bermakna. Pendekatan ini juga mendorong integrasi berbagai mata pelajaran dalam satu rangkaian kegiatan yang utuh dan kontekstual.
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah penguatan pemahaman guru terhadap delapan dimensi profil lulusan yang menjadi acuan dalam pengembangan pembelajaran. Dimensi tersebut meliputi aspek keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Seluruh dimensi ini diintegrasikan ke dalam rancangan kegiatan kokurikuler yang disusun oleh guru.
Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik langsung (workshop) dan pendampingan intensif memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru. Guru tidak hanya memahami konsep kokurikuler secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam bentuk perangkat pembelajaran yang aplikatif.
Selain keberhasilan tersebut, kegiatan ini juga mengungkap adanya perubahan paradigma di kalangan guru. Kokurikuler yang sebelumnya sering dianggap sebagai kegiatan pelengkap kini mulai dipahami sebagai bagian penting dari strategi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi abad 21. Perubahan cara pandang ini menjadi salah satu capaian penting dalam program pengabdian masyarakat ini.
“Sangat menarik dan kontekstual, pelatihan ini memberikan gambaran baru dalam merancang inovasi kokurikuler di sekolah dasar,” kata Belina, salah seorang peserta.
Guru mulai menyadari pentingnya perencanaan kegiatan yang lebih sistematis, terutama dalam menghubungkan aktivitas pembelajaran dengan indikator karakter yang ingin dicapai.
Akhir dari pelatihan, Unipma Madiun dan Gugus Klegen Kota Madiun menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru. Program ini tidak hanya menghasilkan perangkat pembelajaran, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berkarakter dan kompeten. (*)
Apa Reaksi Anda?