Geber Motor dan Ugal-Ugalan Tanpa Helm, Siap-Siap Diincar Patroli Satlantas Polresta Banyuwangi
Satlantas Polresta Banyuwangi kini tengah pasang mata untuk memburu para pengendara nakal yang kerap meresahkan pengguna jalan, terutama mereka yang nekat berkendara tanpa helm.
Jangan harap bisa pamer aksi ugal-ugalan atau sekadar menggeber knalpot bising di jalanan Bumi Blambangan. Satlantas Polresta Banyuwangi kini tengah pasang mata untuk memburu para pengendara nakal yang kerap meresahkan pengguna jalan, terutama mereka yang nekat berkendara tanpa helm.
Langkah tegas ini diambil menyusul kembali maraknya keluhan masyarakat. Banyak warga merasa terganggu dengan perilaku berkendara yang tidak etis dan cenderung memicu kecelakaan lalu lintas sehingga membahayakan nyawa di sejumlah ruas jalan raya.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian mengungkapkan, bahwa perilaku berkendara secara ugal-ugalan masih sering dijumpai. Mirisnya, hal ini diperparah dengan mereka yang abai terhadap keselamatan karena enggan memakai helm berstandar SNI.
BANYUWANGI - Aksi menggeber kendaraan di jalan umum jelas melanggar etika lalu lintas. Selain memicu hilangnya konsentrasi berkendara, kebiasaan buruk ini juga sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, agar tidak menggeber-geber kendaraan di jalan raya. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, tindakan tersebut juga berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas," jelas Ipda Pepri, Senin (6/7/2026)
Ipda Pepri menyampaikan, memakai helm seharusnya sudah menjadi kebiasaan wajib setiap kali naik motor. Bukan untuk menghindari tilang, tapi demi melindungi kepala kita dari risiko benturan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.
"Jangan pernah menganggap sepele penggunaan helm. Helm adalah pelindung utama yang dapat meminimalkan risiko cedera fatal saat terjadi kecelakaan. Berkendaralah dengan tertib dan utamakan keselamatan dibanding kecepatan," tuturnya.
Maraknya aksi ugal-ugalan di jalanan membuat pihak kepolisian mengambil langkah tegas. Polisi akan terus mengedukasi masyarakat, baik lewat sosialisasi langsung maupun patroli rutin. Fokus utamanya adalah menyisir sejumlah ruas jalan yang selama ini rawan menjadi arena kebut-kebutan dan balap liar.
Tak sekadar menindak pelanggar lalu lintas, Satlantas Polresta Banyuwangi juga mengetuk kepedulian para orang tua. Mereka mengimbau agar orang tua lebih ketat mengawasi anak-anaknya agar tidak asal membawa kendaraan di jalan raya, terlebih bagi mereka yang belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, tetapi demi melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya," tutur Ipda Pepri.
Satlantas Polresta Banyuwangi mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip safety riding. Mulai dari menggunakan helm berstandar SNI, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, mematuhi rambu dan batas kecepatan, hingga menjaga sikap saling menghormati antar pengguna jalan.
“Dengan disiplin berlalu lintas, risiko kecelakaan dapat ditekan dan tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tegas Ipda Pepri. (*)
Pewarta : Anggara Cahya
Apa Reaksi Anda?