Libur Panjang Tiga Hari Besar, Dishub Kota Malang Siaga di Empat Titik Rawan Macet
Pemkot Malang mulai meningkatkan pengawasan lalu lintas menjelang rangkaian libur panjang Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Waisak, dan Idul Adha. Sejumlah ruas jalan yang diprediksi mengalami lonjakan
MALANG - Pemkot Malang mulai meningkatkan pengawasan lalu lintas menjelang rangkaian libur panjang Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Waisak, dan Idul Adha. Sejumlah ruas jalan yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan kini menjadi fokus pemantauan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya telah memetakan beberapa kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan arus kendaraan selama musim liburan. Empat titik utama yang menjadi perhatian berada di Jalan Ahmad Yani, Jalan Borobudur, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Merdeka.
Menurut Widjaja, pengawasan lalu lintas akan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital dan sistem pemantauan berbasis laporan real time guna mempercepat respons petugas di lapangan.
“Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi tambahan dengan dukungan teknologi dan aplikasi pemantauan lalu lintas secara real time,” ujar Widjaja, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, Jalan Ahmad Yani diprediksi padat karena menjadi jalur utama kendaraan dari arah Gerbang Tol Singosari menuju Kota Malang. Sementara Jalan Borobudur dinilai rawan macet karena menjadi kawasan kuliner sekaligus jalur penghubung menuju kawasan Soekarno-Hatta hingga Kota Batu.
Kepadatan juga diperkirakan terjadi di kawasan Jalan Basuki Rahmat atau Kayutangan Heritage yang selama ini menjadi magnet wisatawan. Di kawasan tersebut terdapat deretan kafe, restoran, hingga pusat wisata heritage yang ramai dikunjungi saat liburan.
Sedangkan di Jalan Merdeka, aktivitas masyarakat diprediksi meningkat karena keberadaan Alun-Alun Merdeka yang kerap dipadati wisatawan dan warga lokal untuk menghabiskan waktu libur.
Widjaja menyebut penggunaan sistem digital menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan jumlah personel Dishub dalam mengurai kemacetan yang bisa muncul di beberapa titik secara bersamaan.
“Kalau terdeteksi terjadi kepadatan di titik tertentu, petugas bisa langsung kami kerahkan untuk melakukan penanganan,” ungkapnya.
Meski demikian, Dishub belum memutuskan penerapan rekayasa lalu lintas secara khusus. Kebijakan tersebut masih harus dikoordinasikan lebih lanjut bersama Satlantas Polresta Malang Kota karena membutuhkan aturan dan skema tersendiri.
Di sisi lain, Dishub memperkirakan arus kendaraan di jalur nasional penghubung Kota Malang dan Kabupaten Malang tidak akan sepadat momen libur panjang sebelumnya. Prediksi itu dipengaruhi periode liburan yang bertepatan dengan musim ibadah haji.
Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan kendaraan di luar prediksi.
“Kami tetap waspada terhadap potensi anomali. Yang awalnya diperkirakan lancar bisa saja tiba-tiba mengalami kemacetan,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?