Perkuat Kedaulatan Udara, TNI AU Terima Pesawat Multiperan NC212i Ke-8 dari PTDI

PTDI resmi mengirimkan unit ke-8 pesawat NC212i berteknologi baling-baling modern Jerman ke Lanud Abdulrachman Saleh Malang untuk memperkuat alutsista TNI AU.

Juli 30, 2026 - 22:31
Perkuat Kedaulatan Udara, TNI AU Terima Pesawat Multiperan NC212i Ke-8 dari PTDI
JAKARTA -

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi menyerahkan unit ke-8 pesawat NC212i untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) multiperan TNI Angkatan Udara. Pesawat rakitan dalam negeri ini dibekali teknologi baling-baling modern MTV-27 buatan produsen asal Jerman, MT Propeller.

Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menyampaikan bahwa pesawat berkonfigurasi khusus Troop Transport, Rainmaking, dan Camera tersebut diterbangkan langsung (ferry flight) dari Delivery Center PTDI Bandung menuju Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026).

"Alhamdulillah, hari ini kita akan melakukan ferry flight. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendeliver pesanan dari Kemhan RI. Ini merupakan unit ke-8 dari 9 yang di-order. Insya Allah, ini akan memperkuat kekuatan TNI AU yang bermarkas di Malang dan menjadi sesuatu untuk bisa mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia," ujar Dena di Bandung, Kamis (30/7/2026).

Dena menerangkan, pesawat dengan nomor ekor AX-2135 tersebut dirancang serbaguna. Alutsista ini mampu menjalankan misi pengangkutan pasukan, penyemaian awan atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga pemetaan foto udara.

Sektor dapur pacu pesawat mengombinasikan baling-baling MTV-27 terakreditasi EASA dengan mesin Honeywell TPE331. Perpaduan ini menghadirkan keunggulan performa yang signifikan, seperti tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, stabilitas tinggi saat terbang dengan satu mesin di ketinggian, hingga proses engine start yang lebih halus.

Pengiriman armada ini menjadi bukti komitmen PTDI dalam menuntaskan kontrak pengadaan sembilan unit pesawat NC212i bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Adapun satu unit tersisa dari kontrak tersebut ditargetkan rampung dan dikirimkan pada Oktober 2027.

Sementara itu, Pilot in Command Ferry, Letkol Pnb Andika Ardyagana, bersama Copilot Kapten Irvan Fajar, mengonfirmasi keandalan performa alutsista canggih ini setelah lolos uji Flight Acceptance Certificate pada 9 Juli 2026.

"Untuk performa pesawat, kemarin kami melaksanakan pengembangan. Alhamdulillah, dapat mencapai kemampuan maksimumnya sehingga nanti setelah pelaksanaan ferry flight, kemudian dilaksanakan penerimaan oleh Kemhan RI maupun oleh TNI AU. Harapan kami, pesawat ini akan menambah kekuatan TNI AU untuk menjaga kedaulatan RI," ujar Andika. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow