FGD Sentra Rumput Laut di Sumba Timur Dorong Penguatan Hilirisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
FGD ini sebagai upaya strategis merencanakan kebijakan terkait potensi pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Sumba Timur.
SUMBA TIMUR - Focus Group Discussion (FGD) Feasibility study sentra usaha produksi rumput laut di Kabupaten Sumba Timur untuk mendorong penguatan hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor.
Hal itu disampaikan Direktur PT Peseroda Algae Sumba Timur Lestari (Astil) Ayi Nurmalaela, Minggu (24/5/2025).
Ia mengatakan bahwa FGD telah dilaksanakan secara hybrid yang menjadi bagian dari promise II Impact dari Internasional Labour Organization (ILO) yang diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan menghadirkan Bupati Sumba Timur dalam membuka acara pada 22 Mei 2026 di Hotel Myze Waingapu.
Menurut Ayi, FGD ini merupakan tindak lanjut dari proses pengambilan data feasibility study yang dilakukan oleh PT Astil bersama MIT PLUS. Kegiatan ini untuk memperoleh saran, masukan serta pandangan strategis dari berbagai sektor dan pemangku kebijakan terkait potensi pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Sumba Timur.
“Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya perhatian dan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan komoditas rumput laut sebagai potensi ekonomi daerah,”katanya.
Dalam FGD juga ungkap Ayi, peserta memberikan berbagai saran, masukan dan rekomendasi kepada PT Astil terkait peluang dan tantangan dan juga kebutuhan penguatan dalam pengembangan sentra rumput laut.
Tentu diskusi itu berjalan scara aktif dan konstruktif terutama dalam membahas potensi hilirisasi rumput laut agar tidak hanya berhenti pada tahap produksi tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.
“Jadi program hilirisasi rumput laut yang kita inisiasi bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi dan nilai tambah tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar Ayi.
Melalui FGD ini tambah dia, pihaknya mendapat berbagai masukan penting serta dukungan dari kelompok masyarakat, pemerintah daerah dan instansi/lembaga terkait. Selain itu merekapun menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mendukung pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas utama di Sumba Timur.
Sebagai tindak lanjut PT Astil bersama Tim akan melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Sumba Timur untuk memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif.
“Kita harapkan data tersebut dapat memperkuat hasil feasibility study dan meyakinkan berbagai pihak bahwa rumput laut memiliki potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sumba Timur,” terang Ayi. (*)
Apa Reaksi Anda?