Jalan Penghubung Antardusun di Desa Sukamukti Banjar Amblas, Warga Minta Penanganan Permanen

Jalan alternatif Dusun Tembungkerta–Muktiasih di Kota Banjar amblas sedalam 15 cm. Tanah labil dan minim PJU bikin warga waswas, pemerintah diminta lakukan perbaikan permanen.

April 17, 2026 - 19:01
Jalan Penghubung Antardusun di Desa Sukamukti Banjar Amblas, Warga Minta Penanganan Permanen

BANJAR - Warga Desa Sukamukti, khususnya yang melintasi Dusun Tembung Kerta RT 05/RW 10, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, kini harus meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Pasalnya, akses jalan alternatif yang menjadi penghubung antara Dusun Tembungkerta dan Dusun Muktiasih tersebut mengalami kerusakan parah berupa amblas sedalam 15 centimeter.

​Kepala Desa Sukamukti, Budi, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kerusakan ini sudah terjadi sejak bulan puasa lalu dan sempat dilakukan perbaikan sementara dengan cara dicor.

Namun, kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab utama jalan tersebut kembali amblas.

​"Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Kedalamannya sekitar 15 centimeter. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, namun kendala keterbatasan anggaran menjadi kendala utama perbaikan permanen," ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

​Budi menambahkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia berencana melayangkan surat permohonan penanganan kembali kepada pihak terkait pada Senin mendatang.

Ia mengatakan, pihaknya juga mewaspadai kemungkinan amblas susulan mengingat karakteristik tanah di wilayah tersebut.

​"Karena ini statusnya jalan kota, kami berharap segera ada tindak lanjut. Apalagi kondisi di lokasi minim penerangan saat malam hari, sehingga sangat membahayakan pengendara. Sejauh ini memang belum ada laporan kecelakaan, namun jangan sampai menunggu ada korban," tegasnya.

​Keluhan Pengguna Jalan
​Kondisi jalan yang tak kunjung stabil ini dikeluhkan oleh masyarakat yang setiap hari melintas. Nita, seorang warga lokal asal Batu Peti yang rutin melewati jalur tersebut, mengungkapkan bahwa kerusakan di titik ini bukanlah hal baru.

"Ini sudah sering sekali ambles. Sepertinya di bagian bawah tanah ada aliran air atau sungai, jadi kalau hujan deras, aspalnya mudah bergeser dan amblas lagi," ungkap Nita.

​Menurut Nita, minimnya penerangan jalan umum (PJU) di lokasi tersebut menambah kerawanan bagi pengendara saat malam hari. Ia menuturkan bahwa jalur ini merupakan akses vital bagi warga karena jaraknya yang jauh lebih dekat menuju pusat kota dibandingkan harus memutar lewat jalur utama.

"Jalan ini sangat ramai karena aksesnya lebih terjangkau. Kalau lewat jalan lain harus mutar jauh sekali. Harapan kami, pemerintah bisa segera melakukan perbaikan permanen, bukan cuma tambal sulam, supaya jalan tidak ambles lagi dan aman untuk warga," tutupnya.

Hingga saat ini, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama bagi pengendara roda dua dan saat kondisi cuaca hujan atau malam hari. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow