FAO Peringatkan Gangguan Selat Hormuz Picu Risiko Krisis Pangan Global

FAO memperingatkan gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu krisis pangan global akibat terganggunya pasokan pupuk dan energi.

April 14, 2026 - 11:30
FAO Peringatkan Gangguan Selat Hormuz Picu Risiko Krisis Pangan Global

JAKARTA - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz berisiko memicu krisis pangan global. Hal ini disebabkan potensi terhambatnya pasokan pupuk dan energi, serta kenaikan harga pangan.

Dalam pernyataannya, Senin (13/4/2026), FAO menegaskan kapal-kapal yang mengangkut pupuk dan energi perlu segera kembali melintas agar distribusi tidak terganggu lebih lama.

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, menyebut waktu menjadi faktor krusial dalam situasi ini. Menurutnya, negara-negara miskin merupakan pihak paling rentan terdampak karena sangat bergantung pada pasokan tersebut untuk musim tanam.

Ia menambahkan, gangguan pasokan dapat berdampak pada penurunan hasil panen dan kenaikan harga pangan pada tahun depan. Kondisi ini berpotensi mendorong pemerintah mengambil kebijakan untuk menekan harga di dalam negeri.

FAO mencatat bahwa harga pangan global pada Maret 2026 masih relatif stabil karena pasokan, khususnya gandum dan serealia, dalam kondisi cukup. Namun, tekanan diperkirakan mulai meningkat pada April hingga Mei.

Sementara itu, Kepala Divisi Ekonomi FAO, David Laborde, mengingatkan bahwa dunia saat ini sudah menghadapi persoalan pasokan bahan penting. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

FAO juga meminta negara-negara untuk tidak membatasi ekspor energi dan pupuk, serta berhati-hati dalam penggunaan bahan bakar nabati yang berpotensi mengurangi pasokan pangan.

Selain itu, FAO mendorong pemanfaatan bantuan keuangan internasional, termasuk dari Dana Moneter Internasional (IMF), guna membantu negara yang membutuhkan pupuk secara cepat.

Berdasarkan catatan FAO, sekitar 20 hingga 45 persen pasokan bahan penting untuk sektor pertanian melewati Selat Hormuz. Dengan demikian, gangguan sekecil apa pun di jalur tersebut dapat berdampak signifikan terhadap harga pangan global.

FAO juga memperingatkan bahwa risiko dapat semakin besar apabila kondisi cuaca ekstrem, seperti El Nino, kembali menguat.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow