Eksis Selama 5 Dekade, Griya Santrian Sanur Lepas Tukik hingga Bedah Rumah

Griya Santrian Sanur rayakan HUT ke-54 pada 26 Mei 2026 dengan aksi sosial, konservasi tukik, dan program peremajaan. Hotel legendaris ini gabungkan tradisi Bali dan digitalisasi untuk tetap kompetiti

Mei 26, 2026 - 22:01
Eksis Selama 5 Dekade, Griya Santrian Sanur Lepas Tukik hingga Bedah Rumah

BALI - Momentum hari jadi resort pantai ikonik ini tidak hanya dirayakan secara internal, tetapi juga direfleksikan melalui berbagai aksi sosial dan pelestarian lingkungan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Rangkaian perayaan HUT ke-54 Griya Santrian diisi dengan agenda kemanusiaan mulai dari bantuan bedah rumah, kunjungan ke panti asuhan, hingga aksi konservasi alam berupa pelepasan tukik (anak penyu) di pesisir Pantai Sanur.

Menariknya, aksi lingkungan ini turut melibatkan puluhan tamu hotel yang sedang menginap bersama jajaran manajemen serta staf.

Menjawab Tantangan Zaman Lewat Peremajaan

Direktur Griya Santrian, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, menyatakan bahwa tema perayaan tahun ini berfokus pada semangat peremajaan (rejuvenation).

Langkah ini diambil sebagai strategi adaptasi yang krusial dalam menghadapi pergeseran tren pariwisata global dan ketatnya kompetisi di industri perhotelan saat ini.

“Tahun ini kami mengambil tema peremajaan Griya Santrian. Usia 54 tahun tentu sudah cukup lingsir (tua), sehingga perlu banyak perubahan. Market sekarang berubah, jadi perlu perbaikan mulai dari teknologi hingga pembaruan kamar agar lebih kompetitif dan bisa survive di tengah banyaknya kompetisi,” ujar Sidharta Putra.

Sebagai salah satu pionir akomodasi di Sanur, Griya Santrian sadar betul akan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah pariwisata Bali yang berbasis pada kebudayaan dan kelestarian alam.

“Sanur ini pionir pariwisata Bali, jadi kami perlu menjaga marwah pariwisata budaya dan lingkungan. Apalagi sekarang kami juga sedang menggaungkan wellness tourism dengan program-program yang kental dengan budaya Bali. Di Griya Santrian kami menjaga betul aura kebaliannya,” tambahnya.

Harmoni Identitas Tradisional dan Digitalisasi

Lebih lanjut, Sidharta Putra membeberkan rahasia ketangguhan Griya Santrian yang mampu eksis selama lebih dari lima dekade. Kuncinya terletak pada konsistensi mempertahankan karakter autentik hotel, seperti tata ruang taman yang asri serta penggunaan pakaian adat tradisional Bali oleh seluruh pegawai.

Karakter tersebut terbukti menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara, khususnya pasar Eropa.

Meski kuat memegang tradisi, Griya Santrian tidak menutup mata terhadap arus modernisasi. Resort ini terus bertransformasi dengan mengadopsi ekosistem digital demi meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Efisiensi Sistem Terkini

Jika dahulu proses pemesanan kamar secara konvensional memakan waktu hingga 14 hari untuk finalisasi, kini melalui sistem daring (online) seluruh proses transaksi dapat dilakukan secara instan.

Di luar kecanggihan teknologi dan keindahan fisik hotel, faktor utama yang membuat tamu selalu kembali adalah ketulusan pelayanan para staf.

“Karyawan merupakan salah satu aset terbesar yang kami miliki,” pungkas Sidharta Putra optimistis.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow