DPRD Sidoarjo Soroti Pembangunan Frontage Road: Hanya 10 Meter dari Target 700 Meter
Pembangunan frontage road Sidoarjo 2025 catat rekor terendah. Dari target 700 meter, hanya terealisasi 10 meter. DPRD Sidoarjo tuntut evaluasi PUBMSDA.
SIDOARJO - Progres pembangunan jalan pendamping atau frontage road di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data realisasi periode 2021 hingga 2025, capaian pembangunan pada tahun 2025 tercatat menjadi yang paling rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dalam dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sidoarjo tahun anggaran 2025, total pembangunan frontage road sejak 2021 hingga 2025 telah mencapai 7.778,9 meter.
Rinciannya, pada 2021 terbangun sepanjang 1.290 meter, kemudian melonjak signifikan pada 2022 menjadi 3.003,9 meter. Namun, angka ini turun pada 2023 menjadi 1.093 meter, sebelum akhirnya kembali meningkat pada 2024 sepanjang 2.391 meter.
Ironisnya, memasuki tahun 2025, capaian pengerjaan justru anjlok drastis. Dari target sepanjang 700 meter, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo hanya mampu merealisasikan pembangunan sepanjang 10 meter.
Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat, menilai capaian tersebut sangat memprihatinkan dan jauh dari ekspektasi. Ia menegaskan kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
“Kalau melihat tren sebelumnya, capaian bisa ribuan meter per tahun. Tapi di 2025 hanya 10 meter. Ini jelas ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Choirul Hidayat, Senin (27/4/2026).
Pria yang akrab disapa Dayat ini meminta Dinas PUBMSDA Sidoarjo segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan di lapangan. Ia juga menuntut transparansi terkait kendala utama yang menyebabkan target gagal tercapai.
“Harus dibuka apa masalahnya. Apakah di pembebasan lahan, perencanaan yang tidak matang, atau faktor teknis lainnya. Jangan sampai target hanya jadi angka di atas kertas,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dayat menambahkan, frontage road memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas di Sidoarjo, terutama di kawasan padat kendaraan. Jika pengerjaan terus melambat, potensi kemacetan akan menjadi persoalan yang berlarut-larut.
“Frontage road ini solusi untuk mengurai kemacetan. Kalau progresnya seperti ini, tentu masyarakat yang dirugikan,” imbuhnya.
Komisi C DPRD Sidoarjo menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat agar kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lebih optimal, baik pada tahun berjalan maupun perencanaan mendatang.
“Ke depan (target) harus lebih realistis tapi juga terukur. Jangan sampai target tinggi, tapi realisasinya sangat jauh dari harapan,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?