DPRD Banyuwangi: Petik Laut Muncar Uri-uri Budaya dan Dongkrak Tradisi

Tradisi tahunan Petik Laut Muncar yang digelar pada Rabu (1/7/2026) kemarin berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Juli 2, 2026 - 17:00
DPRD Banyuwangi: Petik Laut Muncar Uri-uri Budaya dan Dongkrak Tradisi

Tradisi tahunan Petik Laut Muncar yang digelar pada Rabu (1/7/2026) kemarin berlangsung meriah dan penuh khidmat. Anggota Komisi II DPRD Banyuwangi, Desi Prakasiwi, menyebut agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan potret nyata upaya melestarikan (uri-uri) budaya sekaligus motor penggerak ekonomi lokal.

Menurutnya, Petik Laut Muncar merupakan bentuk rasa syukur komunal masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil tangkapan laut. Tradisi pesisir ini dinilai sarat akan makna spiritual, doa, dan simbol kebersamaan yang kuat.

"Petik laut ini adalah warisan leluhur yang wajib kita jaga. Mulai dari ritual doa bersama, pesona warna-warni perahu yang dihias indah, hingga semangat menjaga laut sebagai sumber kehidupan kita semua," ujar Desi, Kamis, (2/7/2026). 

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Banyuwangi yang meliputi Kecamatan Muncar dan Tegaldlimo ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga. Dia kagum melihat bagaimana gotong royong masyarakat mampu menyukseskan acara berskala besar ini dengan sangat guyub.

Selain aspek kultural, Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa perputaran ekonomi selama rangkaian acara sangat masif. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi memberikan dampak instan bagi para pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga sektor jasa lokal.

"Budayanya lestari, ekonominya tumbuh. Ini yang kita harapkan. Event seperti ini terbukti nyata mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar Muncar," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas nelayan, Desi juga didaulat untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba menghias perahu. Perahu-perahu yang bersolek dengan ornamen khas tersebut menjadi daya tarik utama yang memukau wisatawan.

Tengah, Tokoh Masyarakat Banyuwangi, H. Junaedi, S.H., M.M. (Foto: Istimewa).
Tengah, Tokoh Masyarakat Banyuwangi, H. Junaedi, S.H., M.M. (Foto: Istimewa).

Untuk diketahui, kegiatan seni budaya ini juga dihadiri oleh Tokoh Masyarakat Banyuwangi, H. Junaedi, S.H., M.M atau yang akrab disapa Mas Jo. Kehadiran pria yang juga menjabat sebagai Bendahara PCNU Banyuwangi tersebut semakin menegaskan dukungan lintas elemen terhadap kelestarian tradisi lokal di Bumi Blambangan. (*)

BANYUWANGI -


Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow