Diduga Lalai Saat Bakar Sampah, Tiga Rumah di Panawangan Ciamis Ludes Terbakar

Tiga rumah di Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis terbakar pada Rabu (18/3/2026).

Maret 18, 2026 - 20:30
Diduga Lalai Saat Bakar Sampah, Tiga Rumah di Panawangan Ciamis Ludes Terbakar

CIAMIS Nasib malang menimpa warga Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Akibat kelalaian membakar sampah, tiga unit rumah warga hangus terbakar pada Rabu (18/3/2026).

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Warjo Supriatna, salah satu korban yang rumahnya turut dilalap si jago merah. Begitu menerima laporan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pos WMK Kawali langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, petaka ini bermula dari aktivitas sepele yang berujung fatal.

"Awalnya pemilik rumah sedang membakar sampah, kemudian ditinggalkan. Api diduga merembet ke bangunan rumah dan menjalar ke rumah lainnya," ujar Budi saat memberikan keterangan resmi.

Kobaran api yang cepat membesar membuat warga sekitar panik. Secara gotong royong, masyarakat sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena api kian beringas dan dikhawatirkan merembet ke area permukiman yang lebih luas, warga akhirnya memutuskan memanggil bantuan profesional.

Dua unit armada pemadam kebakaran dan satu unit tangki suplai air dikerahkan ke titik lokasi. Sebanyak enam personel berjuang menjinakkan api dengan waktu respons sekitar 30 menit sejak laporan masuk.

"Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa," lanjut Budi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 300 juta. Tiga rumah yang kini hanya menyisakan puing tersebut adalah milik Taupiq Ibrahim (32), Warjo Supriatna (54), dan Ining (64).

Proses pemadaman ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Damkar Pos WMK Kawali, aparat Kecamatan Panawangan, perangkat desa, TNI-Polri, relawan Tagana, hingga partisipasi aktif warga setempat.

Atas kejadian ini, Budi Rahmat kembali memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar lebih waspada dalam beraktivitas, terutama yang melibatkan api.

"Kami mengingatkan warga agar tidak meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan, karena berisiko memicu kebakaran," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi kejadian sudah dinyatakan kondusif. Para korban yang kehilangan tempat tinggal sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pihak pemerintah desa setempat bersama relawan Tagana pun mulai melakukan pendataan terkait bantuan logistik darurat yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow