Dari Barang Bekas ke Harapan Baru, Kisah Humanis TMMD 128 Gresik di Desa Slempit
Di sudut Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, tumpukan plastik dan kertas bekas menjadi sumber penghidupan Sandang (41). Dari barang-barang yang kerap dianggap tidak bernilai, ia menghidupi keluarganya.
GRESIK - Di sudut Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, tumpukan plastik dan kertas bekas menjadi sumber penghidupan Sandang (41). Dari barang-barang yang kerap dianggap tidak bernilai, ia menghidupi keluarganya. Pada Sabtu (16/5/2026), perjuangan itu mendapat perhatian yang tak disangka.
Babinsa Desa Slempit, Sertu Heru, datang bersama Sukirman (29) ke rumah Sandang. Kehadiran prajurit TNI di tengah aktivitas seorang pengepul sampah menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana Program TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat.
Tidak ada seremoni. Yang ada hanyalah obrolan santai, dukungan moral, dan bantuan nyata. Sukirman mengatakan, Sertu Heru bahkan membantu menjual hasil mulung berupa plastik dan kertas.
“Pak Tentara Heru selalu mendampingi kami warga Slempit. Tadi beliau membantu saya menjual hasil mulung,” ujarnya.
Bagi Sandang, perhatian itu lebih berarti daripada sekadar bantuan. Ia merasa perjuangannya diakui dan dihargai.
“Kami merasa diperhatikan. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin,” katanya.
TMMD selama ini identik dengan pembangunan fisik. Namun di Desa Slempit, program ini juga menghadirkan sentuhan sosial yang menumbuhkan rasa persaudaraan.
Kehadiran TNI di rumah seorang pengepul sampah menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari panjang jalan atau jumlah bangunan, melainkan dari seberapa besar masyarakat merasakan kehadiran negara.
Di balik tumpukan barang bekas, tersimpan pesan yang kuat: perhatian sederhana dapat menumbuhkan harapan baru. Itulah salah satu wajah TMMD ke-128 Gresik, membangun desa sekaligus menjaga martabat rakyat kecil.(*)
Apa Reaksi Anda?