Daker Madinah Antisipasi Kelebihan Bagasi Jemaah dengan Armada Truk

Kelebihan barang bawaan jemaah menjadi kendala pada hari pertama pergerakan dari Madinah ke Makkah. Daker Madinah menyiapkan solusi armada truk tambahan.

April 30, 2026 - 18:00
Daker Madinah Antisipasi Kelebihan Bagasi Jemaah dengan Armada Truk

MADINAH - Pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah mulai berlangsung dengan sejumlah catatan di lapangan. Pada hari pertama keberangkatan, Kamis (30/4/2026) hari ini, Daker Madinah mencatat adanya kendala kelebihan barang bawaan jemaah yang berdampak pada proses pengangkutan.

Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah, Muslih, menyebutkan hingga hari pertama, sebanyak tiga kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah barang jemaah tidak dapat terangkut dalam bus karena melebihi kapasitas.

“Secara ketentuan, barang yang menjadi tanggung jawab pengangkutan adalah satu koper besar, satu koper kabin, dan tas paspor. Namun di lapangan, barang bawaan jemaah banyak yang melebihi batas tersebut,” ujar Muslih.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian barang tertinggal dan memerlukan penanganan tambahan. Untuk mengatasi persoalan itu, Daker Madinah menyiapkan armada truk guna mengangkut kelebihan barang jemaah yang tidak tertampung di dalam bus.

Meski demikian, Muslih menegaskan bahwa fasilitas tersebut bersifat solusi sementara, bukan kebijakan yang akan terus diterapkan. Ia mengingatkan bahwa kelebihan barang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, terutama saat proses pemulangan ke Tanah Air.

“Maskapai sangat tegas terhadap batasan bagasi. Jika melebihi ketentuan, barang bisa ditahan dan tidak dapat dibawa dalam penerbangan,” katanya.

Daker Madinah memastikan layanan transportasi darat tidak membatasi berat barang di dalam bus. Namun, aturan berbeda akan berlaku saat jemaah kembali menggunakan transportasi udara, yang memiliki ketentuan ketat terkait berat bagasi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow