Bupati Sanusi Menemui Empat Nelayan Pelepas Hiu Paus Perairan Sendangbiru

Bupati Malang apresiasi empat nelayan Sendangbiru yang melepas hiu paus dari jaring ikan di perairan 26 mil. Beri bantuan Rp5 juta. Nelayan: berisiko tapi ada kebanggaan.

April 18, 2026 - 21:30
Bupati Sanusi Menemui Empat Nelayan Pelepas Hiu Paus Perairan Sendangbiru

MALANG - Bupati Malang H. Sanusi menemui empat orang nelayan Sendangbiru, yang sudah melepaskan hiu paus yang terjerat jaring, di Pantai Wonogoro Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (18/4/2026) sore.

Saat itu, Bupati Sanusi secara khusus memberikan apresiasi kepada para nelayan yang sudah menyelematkan hiu paus yang merupakan spesies biota laut dilindungi itu.

"Kami mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih kepada para nelayan yang ikut menyelamatkan spesies ikan yang dilindungi. Kalau tidak mereka lepasliarkan kembali ke perairan, terperangkap dalam jaring, ikan tersebut akan mati," kata Bupati Sanusi, didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring.

Menurutnya, tindakan para nelayan tersebut sangat bagus, ikut menjaga kelestarian ikan laut yang memang harus dijaga, dan dibiarkan tetap hidup di habitat laut itu.

Bupati Malang Sanusi nelayan Sendangbiru 2

"Tentu kami sangat mengapresiasi. Walaupun sebenarnya itu berisiko terhadap keselamatan mereka sendiri, karena hiu itu termasuk ikan yang cukup ganas sebenarnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini pula, Bupti Malang menyerahkan bantuan uang sejunlah Rp 5 juta, kepada para nelayan Sendangbiru berhati baik dan pemberani ini.

Sementara itu, Kadis Perikanan Victor Sembiring mengungkapkan, penyelamatan hiu paus oleh nelayan ini dilakukan di perairan kurang lebih 26 mil dari Sendangbiru. 

Saat itu, para nelayan yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Mutiara ini sedang melakukan penangkapan ikan di rumpon, dimana kemudian didapati seekor hiu paus masuk dalam jaring mereka. Kejadian ini, pada Jumat 10 April 2026, saat pagi hari ya. Kurang lebih pagi hari.

Menurut Victor, kejadian serupa hiu tersangkut jaring nelayan di sana sering dialami. Para nelayan sebenarnya menangkap ikan-ikan rumpon. Diduga, saat itu kebetulan banyak ikan cakalang masuk dalam rumpon laut.

"Ya, karena hiu itu termasuk yang mungkin makanannya adalah cakalang itu, sehingga akhirnya dia masuk mengejar ikan, akhirnya juga terperangkap jaring nelayan tersebut. Dan, akhirnya mereka melepaskan hiu paus yang terjebak itu," jelasnya. 

Bupati Malang Sanusi nelayan Sendangbiru 3

Salah satu nelayan ABK penyelamat hiu paus di Sendangbiru, Agus mengakui, cukup beresiko saat ia dan temannya yang lain mencoba mencebur laut untuk melepaskan hiu yang tersangkut jaring mereka.

​Meski berisiko pada keselamatan, menurutnya nelayan ABK sebenarnya sudah melepaskan hiu itu, ada suatu kebanggaan.

Selain itu, nelayan meyakini secara remurun kalau melepaskan hiu yang tertangkap jaring, nanti rezeki hasil tangkapannya akan lebih banyak lagi. 

"Itu sudah kepercayaan para nelayan di sana. Kalau hiu paus itu biasanya disebut Hiu Tutul, apa biasa dipanggil hiu kakek," demikian Agus yang juga ikut turun ke laut untuk melepaskan hiu paus di Sendangbiru. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow