DPRD Sumenep Desak Tambahan Kapal Mudik ke Pulau Masalembu
DPRD Sumenep mendesak penambahan armada kapal mudik ke Masalembu guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan mencegah penumpukan jelang Lebaran.
SUMENEP Keterbatasan armada kapal dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan penumpang pada arus mudik Lebaran menuju Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep. DPRD setempat meminta tambahan kapal dan pengawasan tiket guna mencegah penumpukan di pelabuhan.
Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII, menyampaikan bahwa pada hari reguler, rute Masalembu umumnya dilayani kapal Sabuk Nusantara 92 (SN 92) dari Pelabuhan Perak Surabaya. Sementara dari Pelabuhan Kalianget dilayani SN 92 dan KM Bung Tomo.
“Kalau reguler hanya dilayani SN 92 dari Perak. Dari Kalianget ada SN 92 dan KM Bung Tomo. Tapi saat musim mudik, itu sangat kurang. Perlu ditambah minimal satu armada lagi,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, kebutuhan transportasi laut meningkat signifikan menjelang Lebaran. Selain pemudik dari Jawa dan Bali, terdapat perantau dari luar daerah hingga luar negeri yang kembali ke kampung halaman.
“Selain dari Jawa dan Bali, juga ada masyarakat Masalembu yang dari luar negeri, khususnya Malaysia. Ada juga yang merantau ke Kalimantan. H-7 biasanya sudah mulai penuh,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kepastian jadwal kapal khusus mudik yang diumumkan jauh hari sebelum Lebaran. Kepastian tersebut dinilai penting agar calon pemudik dapat mempersiapkan keberangkatan secara maksimal.
“Jadwal kapal khusus mudik harus sudah ada kepastian dan terpublikasi jauh-jauh hari sebelum mudik. Termasuk soal kapasitas jumlah penumpang yang bisa ditampung. Karena sering kali calon pemudik sudah tiba di pelabuhan, tetapi tidak tertampung,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta pengawasan ketat terhadap sistem penjualan tiket agar tidak terjadi praktik percaloan yang merugikan masyarakat.
“Pembelian tiket harus dipastikan tidak ada oknum yang mempermainkan penjualan tiket atau calo yang merugikan calon pemudik,” katanya.
Ahmad Juhairi juga menyoroti perbedaan layanan rute di sejumlah kepulauan. Untuk rute Kangean, selain dilayani KM Sabuk Nusantara, juga tersedia kapal Holalo, DBS, dan Express. Sementara rute Masalembu saat ini hanya dilayani KM Sabuk Nusantara dan KM Bung Tomo.
“Masyarakat Masalembu berharap kapal jenis Holalo, DBS, dan Express juga bisa melayani rute ke Masalembu, sehingga ada perlakuan yang adil,” ujarnya.
Ia menyatakan, kebijakan transportasi laut harus memperhatikan prinsip kesetaraan bagi seluruh masyarakat kepulauan, mulai dari ketersediaan armada, jenis kapal, hingga kualitas layanan.
“Sesuai kewenangan, selain memaksimalkan pengawasan, kami juga akan terus mendorong adanya regulasi dan anggaran yang mendukung penyediaan transportasi laut yang memadai dan berkualitas serta mengedepankan prinsip kesetaraan untuk seluruh masyarakat kepulauan,” katanya.
Arus mudik menuju Pulau Masalembu diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring mendekatnya Idul Fitri. (*)
Apa Reaksi Anda?