Buntut Keracunan Susu MBG di Kragan Rembang, SPPG Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Selain menanggung biaya pengobatan, pihak SPPG juga memberikan kompensasi kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral.

April 22, 2026 - 17:31
Buntut Keracunan Susu MBG di Kragan Rembang, SPPG Tanggung Biaya Pengobatan Korban

REMBANG - Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangharjo 02 Kragan Kabupaten Rembang menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden keracunan susu yang menimpa puluhan siswa di Kragan tepat pada peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026) kemarin. 

Wahyu Adi, selaku perwakilan mitra SPPG 02 Karangharjo Kragan, menegaskan bahwa seluruh biaya medis bagi 22 siswa yang terdampak telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak mitra. Komitmen ini mencakup biaya rawat jalan hingga rawat inap di Puskesmas setempat.

"Dari pihak mitra SPPG 02 Karangharjo sudah menanggung semua biaya, mulai dari rawat jalan hingga rawat inap. Sampai hari ini mereka pulang, semua perawatan di Puskesmas sudah kami selesaikan," ujar Wahyu Adi saat memberikan keterangan, Rabu (22/4).

Selain menanggung biaya pengobatan, Wahyu menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan kompensasi kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral atas kejadian tersebut.

"Semuanya, 22 anak itu kita biayai. Termasuk yang kemarin sempat pulang tanpa izin, tetap kami tanggung. Kami juga memberikan kompensasi, meskipun jumlahnya tidak seberapa, namun itu merupakan bentuk pertanggungjawaban kami," tambahnya.

Wahyu sempat menjenguk langsung para siswa yang dirawat pada Selasa (21/4/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog dengan orang tua siswa untuk mendengar masukan serta memastikan kondisi kesehatan anak-anak mereka.

"Alhamdulillah, tadi malam saya menjenguk anak-anak di Puskesmas dan berbincang dengan orang tua mereka. Sambutan mereka sejauh ini masih positif dan mereka juga memberikan masukan-masukan kepada kami," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kragan 2, Arif Rohman Hakim, mengonfirmasi bahwa dari 17 siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap, sebagian besar sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang.

Saat ini, tersisa satu siswa yang masih harus menjalani perawatan intensif di puskesmas.

"Iya betul, dari 17 siswa yang sebelumnya rawat inap, saat ini tinggal satu siswa yang masih menjalani perawatan," ujar Arif Rohman Hakim saat dikonfirmasi mengenai kondisi para siswa tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow