Buka Munas IKAPETE, Gus Kikin Tekankan Ukhuwah dan Persatuan Alumni Tebuireng
Gus Kikin berpesan agar para alumni tidak terjebak dalam ambisi kekuasaan atau posisi. Sebaliknya, sikap rendah hati dan siap menjadi pelayan umat justru dinilai lebih bernilai.
JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, menekankan pentingnya ukhuwah atau persaudaraan dalam tubuh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE di Aula KH. Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng, Jumat (17/4/2026).
Dalam sambutannya, Gus Kikin mengingatkan bahwa IKAPETE memiliki akar yang sama dengan Nahdlatul Ulama (NU), yakni sama-sama mewarisi tradisi keilmuan dari Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy'ari.
“IKAPETE dan NU memiliki kesamaan dalam mewariskan ilmu dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar harus disatukan dengan ilmu,” ujarnya.
Menurut Gus Kikin, ilmu menjadi perekat utama dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada. Oleh karena itu, alumni Tebuireng diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keilmuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua PWNU Jatim itu juga berpesan agar para alumni tidak terjebak dalam ambisi kekuasaan atau posisi. Sebaliknya, sikap rendah hati dan siap menjadi pelayan umat justru dinilai lebih bernilai.
“Kami berharap keluarga IKAPETE tidak berebut menjadi atasan. Menjadi bawahan tetapi bernilai itu jauh lebih berharga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Kikin berharap Munas IKAPETE 2026 mampu melahirkan pemimpin yang amanah serta mampu menyatukan berbagai perbedaan pandangan di kalangan alumni.
“Semoga momentum ini melahirkan pemimpin yang amanah. IKAPETE harus mampu menyatukan perbedaan pendapat,” pungkasnya.
Munas IKAPETE 2026 ini menjadi ajang konsolidasi alumni Pesantren Tebuireng untuk memperkuat peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta persatuan umat di Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?