BPS Lakukan 3 Inovasi Baru dalam Survei Kepuasan Jemaah Haji Indonesia

BPS hadirkan inovasi digital dalam survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2026. Selain kuesioner digital, BPS kini memotret "Indeks Proses" untuk mengevaluasi pelayanan di lapangan.

Mei 4, 2026 - 23:30
BPS Lakukan 3 Inovasi Baru dalam Survei Kepuasan Jemaah Haji Indonesia

MADINAH - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dalam survei Indeks Kepuasan Haji yang dilakukan pada masa operasional haji tahun 1447 H/2026 M.

“Kita ada sesuatu yang baru di tahun ini, yang merupakan inovasi juga ya,” ucap Wakil Ketua Tim Survei Kepuasan Jemaah Haji BPS Nur Ikhlas di Madinah, Senin (4/5/2026).

Selain kuesioner, lanjut Nur Ikhlas, BPS juga akan melakukan wawancara mendalam kepada jemaah haji Indonesia yang ditemui dan observasi langsung di lapangan.

“Nah, yang keempat, inovasinya adalah digital. Jadi selain kuesioner, selain wawancara dan observasi, kita bisa menggunakan digital. Jadi artinya memberikan keleluasaan bagi para jemaah, kalau mereka tidak mau pakai kertas, bisa pakai digital. Dan itu sudah kita lakukan di tahun ini,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran inovasi-inovasi baru tersebut membantu mengatasi sampling error sekitar 10 persen dari 14.400 kuesioner yang disebar dengan bantuan ketua kelompok terbang (kloter). “Itu sih mitigasi risiko yang kita lakukan,” ujar Nur Ikhlas.

Tim Survei Jemaah Haji Nur IkhlasWakil Ketua Tim Survei Kepuasan Jemaah Haji BPS Nur Ikhlas. (FOTO: dok. MCH 2026)

Selain 4 inovasi tersebut, Nur Ikhlas juga mengungkapkan hasil dari survei tersebut selain Indeks Kepuasan Haji adalah Indeks Proses dari Kepuasan Haji tersebut.

“Contohnya begini Mas, kalau dulu kan kita, 'Bapak sudah dapat hotel?' 'Oh ya Pak saya udah dapat hotel, udah dapat kamar'. Tapi sekarang kita sempurnakan dengan, 'Bapak dalam memperoleh kamar itu prosesnya gimana? Pembagian kuncinya lancar nggak? Kemudian nunggunya lama nggak?'. Jadi prosesnya sekarang kita potret,” jelasnya.

“Contoh lagi misalnya, ’Bapak dapat konsumsi? makanannya enak?’ ‘Enak makanannya.’ ‘Tapi proses pembagiannya gimana Pak? Apakah telat, apakah misalnya lama apa nggak?’ Nah itu sekarang kita potret juga. Nanti akan ada dua itu,” tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow