Zakat ASN Pacitan Tembus Rp3,2 Miliar, Setoran Terbesar dari Dunia Pendidikan
Dana tersebut berasal dari setoran aparatur sipil negara (ASN), instansi pemerintah, kecamatan, hingga profesi mandiri.
PACITAN Pengumpulan zakat profesi dan infak oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pacitan (Baznas Pacitan) sepanjang 2025 menembus Rp3.239.091.300.
Dana tersebut berasal dari setoran aparatur sipil negara (ASN), instansi pemerintah, kecamatan, hingga profesi mandiri.
Ketua Pelaksana Baznas Pacitan Harminto menyebutkan, dari total itu, zakat profesi mencapai Rp2.369.116.100, sementara infak terkumpul Rp597.594.600.
“Sebagian besar berasal dari ASN di OPD. Namun tahun ini ada kecenderungan turun karena cukup banyak PNS yang pensiun,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Dinas Pendidikan Dominan
Sesuai data rekap pengumpulan triwulan akhir 2025 (Oktober–Desember), kontribusi terbesar berasal dari Dinas Pendidikan dengan total Rp1.251.695.200.
Angka tersebut hampir setengah dari keseluruhan zakat profesi di tingkat kabupaten.
Kontributor besar berikutnya adalah RSUD dr. Darsono Pacitan dengan total Rp199.542.900, gabungan zakat profesi dan infak tenaga medis serta karyawan rumah sakit.
Posisi ketiga ditempati Dinas Sosial dengan Rp112.101.900. Sementara Kementerian Agama menyetor Rp90 juta dengan pola setoran rutin sekitar Rp10 juta per bulan pada Oktober hingga Desember.
Beberapa kecamatan juga mencatat setoran stabil. Misalnya Kecamatan Donorojo dengan total Rp25.316.000, Kecamatan Sudimoro Rp24.984.900, serta Kecamatan Pringkuku Rp15.552.600.
Total Zakat dan Infak Hampir Rp3 Miliar
Berdasarkan rekapitulasi Baznas Pacitan, total zakat profesi hingga Desember 2025 mencapai Rp2.365.618.100.
Sedangkan infak terkumpul Rp597.614.600. Jika digabung, totalnya Rp2.963.232.700.
Dana tersebut berasal dari puluhan instansi, mulai OPD, bagian sekretariat daerah, kecamatan, puskesmas, hingga profesi seperti dokter dan guru.
Penyaluran Tembus Rp2,96 Miliar
Selain pengumpulan, Baznas Pacitan juga merilis laporan pentasharufan (penyaluran) dana sepanjang 2025.
Total dana yang disalurkan mencapai Rp2.960.912.200.
Distribusi terbesar terjadi pada periode Januari–September dengan nilai Rp1.976.923.700 atau sekitar 66,8 persen dari total penyaluran.
Sementara penyaluran triwulan akhir difokuskan pada beberapa sektor:
- Kemanusiaan: Rp155.060.000
- Kesehatan: Rp127.191.700
- Pendidikan: Rp275.200.000
- Ekonomi: Rp1.000.000
- Dakwah dan advokasi: Rp330.507.300
- Operasional dan SDM: Rp 95.029.500
Pada sektor pendidikan, Baznas Pacitan menyalurkan santunan kepada 1.326 anak yatim dan piatu tingkat SD hingga SMP di 12 kecamatan dengan total Rp265.200.000.
Di sektor dakwah, dana digunakan untuk pengadaan sarana ibadah seperti karpet masjid, Al-Qur’an, buku iqra, hingga 27 unit jam digital waktu salat di masjid dan musala.
Program kemanusiaan juga mencakup bantuan bedah rumah warga miskin, santunan fakir miskin, serta bantuan bencana.
Saldo Akhir Rp278 Juta
Dengan total pengumpulan Rp3.239.091.300 dan penyaluran Rp2.960.912.200, BAZNAS Pacitan menutup tahun 2025 dengan saldo akhir Rp278.179.100.
Saldo tersebut akan menjadi dana awal untuk program zakat dan sosial pada 2026.
Meski angka pengumpulan cukup besar, Harminto mengakui tren setoran zakat profesi dari ASN mulai melambat.
“Banyak pegawai yang sudah pensiun, sehingga potensi zakat profesi ikut berkurang,” katanya. (*)
Apa Reaksi Anda?