Blitar Djadoel 2026, Momentum Terbaik Menjelajahi Pesona Blitar Lebih Lama
Sebagai agenda tahunan, Blitar Djadoel menghadirkan bazar kuliner tradisional, pertunjukan seni budaya, kirab, hingga beragam aktivitas yang mengangkat sejarah dan perjalanan Kota Blitar.
BLITAR - Suasana tempo dulu kembali hadir di Alun-Alun Kota Blitar melalui penyelenggaraan Blitar Djadoel 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026.
Festival tahunan yang telah menjadi bagian dari kalender paristiwa Kota Blitar ini menghadirkan bazar kuliner tradisional, pertunjukan seni budaya, kirab, hingga beragam aktivitas yang mengangkat sejarah dan perjalanan Kota Blitar.
Hotel Tugu Blitar Ajak Wisatawan Menikmati Heritage, Kuliner hingga Wisata Kopi
Momentum tersebut menjadi kesempatan ideal bagi wisatawan untuk tidak hanya menghadiri festival, tetapi juga mengeksplorasi berbagai destinasi unggulan di Blitar dan sekitarnya.
Menurut Hartini Suswanto, Operations Manager Hotel Tugu Blitar, Blitar memiliki beragam daya tarik yang layak dinikmati melalui perjalanan selama tiga hari dua malam.
"Blitar Djadoel menjadi pintu masuk yang menarik untuk mengenal karakter Kota Blitar. Setelah menikmati festival, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi heritage, perkebunan kopi, situs budaya, hingga wisata alam yang semuanya berada dalam jarak tempuh yang relatif dekat," ujar Hartini.
Melihat potensi tersebut, Hotel Tugu Blitar menghadirkan konsep Blitar Heritage Journey, sebuah pengalaman menginap yang dirancang untuk membantu wisatawan mengenal sejarah, budaya, dan kekayaan lokal Blitar secara lebih mendalam.
"Kami ingin mengajak wisatawan memperpanjang masa tinggal mereka di Blitar. Banyak yang datang hanya beberapa jam, padahal kota ini memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, hingga alam yang layak dieksplorasi selama beberapa hari," tambahnya.
Selama berada di Blitar, wisatawan dapat mengunjungi kawasan Makam Bung Karno, mengagumi kemegahan Candi Penataran, menjelajahi Perkebunan Kopi Kawisari yang telah berdiri sejak 1870, menikmati panorama Sirah Kencong, mengunjungi Kampung Coklat, hingga menjelajahi deretan pantai di pesisir selatan Kabupaten Blitar.
Sebagai hotel berbasis seni dan budaya, Hotel Tugu Blitar juga menawarkan pengalaman menginap yang berbeda.
Koleksi benda antik, karya seni, serta berbagai kisah sejarah yang menghiasi setiap sudut hotel menjadi bagian dari pengalaman yang melengkapi perjalanan wisata di Blitar.
"Saat ini wisatawan tidak hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga pengalaman yang autentik. Blitar memiliki kekayaan cerita yang belum banyak diketahui. Kami ingin membantu memperkenalkan sisi-sisi tersebut kepada lebih banyak wisatawan," kata Hartini.
Melalui penyelenggaraan Blitar Djadoel 2026, Hotel Tugu Blitar berharap semakin banyak wisatawan menjadikan Blitar sebagai destinasi untuk tinggal lebih lama, bukan sekadar kota persinggahan.
Perpaduan festival budaya, warisan sejarah, wisata kopi, kuliner khas, serta keramahan masyarakat menjadikan Blitar menawarkan pengalaman perjalanan yang selaras dengan tren wisata berbasis budaya dan pengalaman autentik. (*)
(Pewarta: Hartini Suswanto_ Hotel Tugu Blitar)
Apa Reaksi Anda?