Baznas Majalengka Salurkan Zakat Mal dan Program SIGAP, 300 Sekolah Terima Manfaat

Program bertajuk 'Berbagi Kasaean, Menebar Keberkahan' ini digelar di Aula Islamic Center dan menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.

Maret 9, 2026 - 14:00
Baznas Majalengka Salurkan Zakat Mal dan Program SIGAP, 300 Sekolah Terima Manfaat

MAJALENGKA Suasana hangat penuh makna terasa saat penyerahan zakat mal dan pendistribusian program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Majalengka (Baznas Majalengka), Jawa Barat.

Program bertajuk 'Berbagi Kasaean, Menebar Keberkahan' ini digelar di Aula Islamic Center dan menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Majalengka, H Eman Suherman didampingi Ketua Baznas Majalengka, H Agus Asri Sabana, pada Senin (9/3/2026)

Kegiatan tersebut menandai komitmen bersama antara Pemerintah Daerah Majalengka, sekolah, dan lembaga zakat dalam menumbuhkan kepedulian sosial sejak usia dini.

Di bawah langit Majalengka, program SIGAP hadir bukan sekadar tentang angka dan bantuan. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari proses pendidikan moral bagi anak-anak di sekolah.

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, khususnya lingkungan pendidikan.

Menurutnya, melalui program ini anak-anak diajarkan untuk memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama sejak kecil.

"Generasi Anak Peduli ini adalah komitmen bersama para stakeholder di sekolah dan juga Baznas. Jangan sampai ada penafsiran bahwa Baznas melakukan pungli. Justru ini adalah bagian dari pendidikan di sekolah," ujar Eman Suherman.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut siswa diajak berlatih berbagi dengan nominal yang sangat sederhana. Bahkan, menurutnya, nilai sedekah yang diberikan tidak ditentukan.

"Bisa saja 10 rupiah, 5 rupiah, seribu, dua ribu, atau bahkan tidak memberi. Intinya bukan soal nominal, tetapi tentang bagaimana menanamkan nilai kepedulian," katanya.

Dalam pelaksanaannya, infak yang terkumpul dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing sekolah. Setelah proses pencatatan dilakukan secara transparan, dana tersebut kemudian dikembalikan kembali kepada pihak sekolah.

Menariknya, dana yang kembali bahkan ditambah oleh Baznas sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan pendidikan karakter di sekolah.

Program SIGAP sendiri telah berjalan sekitar satu tahun sejak diluncurkan pada Agustus lalu. Namun, tahun ini menjadi momentum perdana bagi Baznas Majalengka untuk mendistribusikan manfaatnya secara luas.

Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyebutkan bahwa total dana yang disalurkan mencapai Rp400 juta untuk sekitar 300 sekolah di berbagai wilayah Majalengka.

Besaran bantuan yang diterima setiap sekolah pun berbeda, tergantung pada akumulasi infak yang berhasil dihimpun. Bantuan ini nantinya diberikan dalam bentuk nominal dana.

Meski momentum penyaluran ini bertepatan dengan bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, Agus Asri menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan musiman.

"Kebetulan saja momennya mendekati Lebaran. Padahal program ini sudah berjalan sejak setahun terakhir," ujar Agus Asri Sabana menambahkan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka, program SIGAP menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan salah satu misi pembangunan daerah, yakni memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Bupati Eman Suherman menilai Baznas Majalengka berhasil mengimplementasikan visi besar pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius dan saling peduli.

"Ini salah satu Baznas yang mampu menjabarkan misi besar pemerintah daerah Majalengka, yaitu membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang 'Langkung SAE',” ungkapnya.

Ia pun berharap program ini tidak berhenti di titik yang ada saat ini. Ke depan, seluruh kecamatan di Majalengka diharapkan dapat terlibat, sehingga setiap sekolah bisa menjadi bagian dari gerakan kebaikan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak semata diukur dari nilai ekonomi yang terkumpul, tetapi dari dampak moral yang ditanamkan kepada generasi muda.

"Jangan dilihat dari sisi ekonomi. Lihatlah dari sisi agama dan pendidikan. Ini tentang mencetak kader-kader anak yang sholeh dan sholehah, yang religius dan peduli," pungkasnya.

Di balik angka ratusan juta rupiah yang disalurkan, program SIGAP menyimpan pesan yang lebih besar: bahwa kepedulian dapat tumbuh dari hal-hal kecil.

Dari koin receh di tangan anak-anak sekolah, lahirlah benih-benih kebaikan yang kelak akan membentuk masa depan Majalengka yang lebih berempati dan penuh keberkahan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow