Bansos Sapa Bantul 2026 Jangkau 1.000 Warga, Berikut Sebaran per Kapanewon
Pemkab Bantul salurkan bansos Sapa Bantul 2026 senilai Rp1,4 miliar untuk 1.000 warga di 17 kapanewon. Kriteria diperluas agar bantuan lebih merata dan tepat sasaran.
BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menyalurkan bantuan sosial melalui program Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) pada 2026 dengan total anggaran Rp1,4 miliar.
Program ini menjangkau 1.000 warga yang tersebar di 17 kapanewon, dengan kriteria penerima yang diperluas tidak hanya bagi warga miskin ekstrem, tetapi juga masyarakat miskin yang belum menerima bantuan lain.
Kepala Dinas Sosial Bantul, Sukrisna Susanta, menjelaskan bahwa penentuan penerima manfaat mengacu pada data masyarakat miskin dalam Sistem Informasi Data Menuju Sejahtera (Sidamesra).
“Penerima bantuan tidak hanya berasal dari kategori miskin ekstrem, tetapi juga masyarakat miskin yang belum memperoleh bantuan serupa dari APBD kabupaten, provinsi, maupun dana desa,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, perubahan kriteria tersebut dilakukan agar distribusi bantuan lebih merata dan tepat sasaran, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Meski demikian, jumlah penerima bantuan pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program ini menyasar 1.154 warga, sementara tahun ini menjadi 1.000 penerima.
Adapun rincian sebaran penerima bantuan per kapanewon adalah Sewon sebanyak 150 orang, Sedayu 131 orang, Imogiri 98 orang, Bantul dan Pandak masing-masing 62 orang, Pleret 61 orang, Srandakan 58 orang, Bambanglipuro 55 orang, Banguntapan 51 orang, Kasihan 48 orang, Jetis 47 orang, Dlingo 43 orang, Pundong dan Sanden masing-masing 31 orang, Kretek 28 orang, serta Pajangan dan Piyungan masing-masing 22 orang.
Sukrisna berharap program ini dapat menjadi bantalan sosial bagi masyarakat serta membantu menjaga stabilitas ekonomi warga kurang mampu di Kabupaten Bantul.(*)
Apa Reaksi Anda?