Banjir dan Longsor Terjang Bone Bolango, Seorang Warga Sempat Hanyut ke Laut
Banjir dan longsor menerjang Bone Bolango, Gorontalo. Satu warga sempat hanyut hingga ke laut, puluhan rumah terdampak dan ratusan warga terdampak bencana.
GORONTALO - Banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (26/5/2026) malam, menyebabkan puluhan rumah terdampak dan satu warga sempat terseret arus hingga ke laut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango mengungkapkan korban bernama Wahnin Tangahu (35) berhasil ditemukan warga dalam kondisi selamat setelah hanyut saat banjir menerjang kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan korban sempat mendapatkan penanganan awal di RS Tombulilato sebelum dirujuk ke RSUD Aloe Saboe untuk perawatan medis lebih lanjut.
Ia menjelaskan hujan deras mulai mengguyur wilayah Kecamatan Bone sejak pukul 18.00 WITA dan sekitar pukul 22.00 WITA terjadi banjir dan longsor yang merendam puluhan rumah warga.
BPBD mencatat sebanyak 35 rumah terdampak banjir dan satu unit rumah mengalami rusak berat setelah terbawa arus air dan longsor.
Selain korban luka, bencana tersebut juga berdampak terhadap 35 kepala keluarga atau sekitar 105 jiwa.
Dalam penanganan awal, pemerintah desa bersama aparat TNI, Polri, dan relawan melakukan asesmen, evakuasi korban, serta membantu warga yang mengungsi di Dusun 3.
Warga bersama aparat juga bergotong royong membersihkan material banjir dan longsor di lokasi terdampak.
BPBD Kabupaten Bone Bolango menyebut kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi makanan siap saji, bantuan material dan alat berat untuk penanganan material longsor.
Sementara itu, Camat Bone kabupaten Bone Bolango Fian K Ruchban menyampaikan data sementara warga terdampak banjir dan longsor tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Bone.
Desa Muara Bone tercatat sebanyak 50 kepala keluarga terdampak, Desa Moodulio 97 kepala keluarga, Desa Taludaa 100 kepala keluarga, dan Desa Masiaga 10 kepala keluarga.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan karena curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi. (*)
Apa Reaksi Anda?