Idul Adha 1447 H, LDII Banyuwangi Salurkan 520 Hewan Kurban
DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa pada perayaan Iduladha 1447 H / 2026 M.
BANYUWANGI - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa pada perayaan Iduladha 1447 H / 2026 M.
Tidak tanggung-tanggung, mereka menyalurkan sebanyak 520 ekor hewan kurban dengan nilai estimasi mencapai Rp5,5 miliar.
Ratusan hewan kurban tersebut terdiri dari 245 ekor sapi dan 275 ekor kambing. Proses penyembelihan dan distribusi daging kurban dilakukan secara serentak di berbagai masjid serta pondok pesantren di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Rabu (27/5/2026).
Daging kurban tersebut kemudian dibagikan secara luas kepada masyarakat, para santri, hingga warga di sekitar lingkungan fasilitas ibadah dan pendidikan milik LDII.
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., menilai bahwa ibadah kurban tidak sekadar memiliki dimensi spiritual, melainkan juga membawa dampak sosial yang nyata.
Menurutnya, semangat ‘Tandang Bareng’ yang digagas oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Berbagi menjadi kunci penting untuk menjaga kebersamaan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
“Kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan manifestasi dari solidaritas sosial. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, semangat untuk peduli dan berbagi menjadi kunci untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat kita,” ujar Heri.
Agar semangat berkurban ini terus terjaga dan semakin matang di tahun-tahun mendatang, Heri membagikan tiga kiat sukses manajemen keuangan kurban bagi masyarakat.
Pertama, komitmen sejak awal tahun dengan Menyisihkan dana secara berkala mengingat kurban adalah agenda tahunan yang bisa direncanakan.
Kemudian, memanfaatkan sistem kurban kolektif (patungan) untuk hewan sapi agar terasa lebih ringan. Dan memilih opsi kurban kambing perorangan sebagai metode efektif yang terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Guna memastikan keamanan konsumsi, LDII Banyuwangi berkomitmen penuh menjaga proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban agar tetap higienis, sesuai regulasi kesehatan, dan memenuhi syariat Islam.
Heri menjelaskan bahwa seminggu sebelum pelaksanaan, panitia LDII telah mengikuti pembekalan khusus dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi.
Pembekalan tersebut berkaitan dengan tata cara penyembelihan dan pemilihan hewan kurban yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Seluruh panitia kurban juga diwajibkan menjaga standar sanitasi dan kebersihan lingkungan pemotongan secara ketat demi kenyamanan dan keamanan penerima daging. Model pembagiannya pun dibuat seefektif mungkin untuk menghindari antrean panjang.
“Selanjutnya, paket-paket daging kurban dikirimkan secara langsung ke rumah-rumah warga door to door yang membutuhkan untuk menghindari kerumunan massal," jelas Heri.
"Distribusi inklusif ini menyasar masyarakat luas di sekitar lingkungan masjid, para santri di pondok pesantren, hingga warga di wilayah tingkatan PC dan PAC majelis ta'lim di seputaran Kabupaten Banyuwangi,” imbuhnya.
Sekretaris DPD LDII Banyuwangi, Kris Parwanto, S.Sos., menambahkan bahwa jumlah hewan kurban tahun ini merefleksikan tingginya partisipasi serta semangat gotong royong warga LDII dalam berbagi di hari raya.
Peningkatan ini menjadi bukti nyata dari meningkatnya kepedulian warga dalam menjalankan syariat sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.
"LDII Banyuwangi memiliki 75 majelis taklim, PC, PAC dan mengelola tiga pondok pesantren. Kami sangat bersyukur karena tahun ini warga LDII semakin semangat di dalam berbagi dan menyalurkan hewan kurban. Melalui ikhlas berbagi, ikhlas berkurban semangat bergotong royong ini, terkumpul 245 ekor sapi serta 275 ekor kambing dengan nilai total mencapai Rp 5,5 miliar," terangnya. (*)
Apa Reaksi Anda?